Dibawah Naungan Agama

Oleh : Abu Nasih, Mohammad Hanif Bin Malek,

0
359

Menempuh jarak 1,188km dari Malaysia ke Indonesia itu tidak begitu melelahkan dengan adanya kemudahan transpot dan fasilitas yang lengkap tersedia di airport kedua negara ini. Namun itu bukanlah hal yang utama dibalik perjalanan saya dari Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) ke Bandara Soekarno-Hatta untuk pertama kalinya. Selama dalam perjalanan, saya sangat penasaran seindah apakah Indonesia itu. Sebelum kita menelusuri pengalaman saya melangkahkan kaki ke Indonesia, kita hayati dulu surah al-Mulk ayat 15 :

Artinya : “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”

Dari ayat di atas, dapat kita pahami bahwa dunia ini merupakan satu hamparan luas terbentang yang perlu dijelajahi oleh seluruh manusia. Ini adalah bukti betapa Allah SAW menginginkan manusia untuk mencari pengalaman dari pengembaraan yang mereka lalui.

Perjalanan saya lebih menyenangkan setelah pesawat yang saya naiki sampai di bandara. Melihat begitu banyak manusia sibuk dengan urusan masing-masing, mata saya tertuju kepada para petugas di bandara yang mana selalu menebar senyuman hingga senantiasa terlihat diwajahnya, juga salam yang mereka berikan kepada saya. Sungguh menyenangkan !! Dibalik semua kemesraan itu sudah kita telusuri sejarah bahwa negara Indonesia merupakan sebuah negara Islam terbesar didunia daripada hasil dakwah dan tarbiah selama ratusan tahun oleh para ulama’, kiyai dan orang-orang soleh yang tugas mereka adalah menyambung tugas para Nabi. Itu adalah salah satu bukti dari Sabda Nabi Muhammad SAW :

Artinya : “Para ulama adalah waris para Nabi.”

Dengan suburnya akhlak seperti ini, menjadi nilai tambah bagi negara Indonesia yang mana memiliki keindahan alamnya yang menjadi daya tarik para wisatawan dari luar negara Indonesia untuk mengunjunginya.

Namun setiap manusia akan diuji oleh Allah SWT. Ujian itu mencakup kesusahan dan kemiskinan yang dihadapi sebagian rakyat Indonesia. Hanya saja kesusahan itu ditutupi dengan keramahan rakyatnya, rendah hati, senyuman dan kebaikan yang ditunjukkan kepada orang asing seperti saya. Hakikatnya, kesusahan ini berlaku di seluruh dunia. Hanya saja yang membedakan antara Muslim dan kafir itu adalah bagaimana dia menghadapi kesusahan itu. Sabda Nabi Muhammad SAW :

Artinya : “Sungguh ajaib orang urusan orang Islam. Semua perkara adalah baik baginya dan tidak ada seorang pun selain mereka yang ada keistimewaan itu. Jika dia diberikan kesenangan dan dia syukur maka itu adalah baik baginya. Jika dia ditimpa musibah dan dia sabar maka itu baik baginya.”(HR. Muslim)

Kesulitan, kesakitan, kemiskinan dan musibah yang menimpa seorang manusia merupakan ujian bagi mereka selama mana ruh masih dikandung badan. Ujian itu sebagai pengukur kesabaran dan tahap iman mereka kepada Allah SWT.

Artinya : “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”

Kekayaan, kesenangan hidup dan nikmat dunia juga adalah ujian kepada manusia. Adakah manusia memenuhi kehidupannya dengan rasa syukur kepada Allah Atas nikmat yang dikurniakan kepada mereka atau mereka sombong kepada Allah SWT sepertimana kaum-kaum dari ummat terdahulu yang dibinasakan dan diazab Oleh Allah? Hakikat penciptaan dunia itu sendiri ialah ujian bagi manusia, adakah mereka terus lalai di dalamnya atau berusaha dan bersungguh-sungguh melakukan ibadah kepada Allah SWT?. Seperti Sabda Nabi :

Artinya : “Sesungguhnya dunia itu penuh dengan kemanisan dan kehijauan dan sesungguhnya Allah menguji kalian dan melihat bagaimanakah perbuatan kalian di dalamnya. Maka takutlah kalian dengan dunia ini dan takutlah kalian akan perempuan.”

Kesimpulan :
Indonesia adalah satu negara Islam yang sangat Indah dengan alamnya dan akhlak masyarakatnya. Tidak kira Muslim mahupun non-Muslim, mereka di ajarkan sikap dan akhlak yang baik dan terpuji telah menambahkan lagi keindahan pada Negara ini.
Sabar dan syukur adalah dua sifat yang membedakan seorang Muslim dan non-Muslim. Sehingga apa yang dilakukan oleh seorang Mulim adalah baik baginya. Jika dia ditimpa musibah dia sabar, dia akan mendapat ganjaran. Jika dia dianugerahkan nikmat dan dia bersyukur maka itu adalah kebaikan dan pahala baginya.
Kesenangan hidup di dunia maupun kesusahan adalah ujian bagi manusia samaada dia sombong di dunia ataupun bersyukur, samaada dia kufur ataupun bersabar.

Kota Cianjur,
21.00, 5 Juli 2018.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.