H. Bachtiar Adnan Kusuma “Konsisten berdakwah melalui tulisan”

0
1577

Denpasar 22/5 (Beritalangitan.com) – Bachtiar Adnan Kusuma (45) Seorang penulis buku asal Makasar yang sudah melegenda, hingga kini hampir enam ratus buku sudah ditulisnya, selain juga aktif sebagai Motivator minat baca Nasional, Penggagas “Gerakan Indonesia membaca dan Menulis” (GIMM Indonesia), Penggagas kampanye membaca 15 menit setiap hari dan masih banyak lagi prestasi lain di bidang dunia baca tulis yang ditekuninya ini.

Saat ditemui wartawan beritalangitan.com di sela – sela kesibukannya, ayah lima anak ini mengatakan . “saya mulai hobi menulis sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP)”, seiring berjalannya waktu ia makin serius menekuni dunia menulis. Pada tahun 1994 hasil tulisannya mulai berkembang dan makin diminati orang.

Menurut Bachtiar, dengan menulis buku kita bisa berbagi ilmu dengan semua orang lewat tulisan, saya ingin membuat sejarah dalam bentuk tulisan, saya terinspirasi oleh pernyataan sahabat Rasulullah Saw. Yaitu Ali bin Abithalib RA. “Ada suatu masa dimana masa itu manusia lari terbirit-birit dan sesama manusia tidak ada yang saling menolong mereka masing – masing menyelamatkan dirinya hanya satu yang bisa menyelamatkannya kitab-kitabnya”.

“Jadi lanjutnya, jika ingin membuat peradaban sumbunya adalah buku, jika ingin memajukan pendidikan ya lewat buku, memajukan kiyai intelktual sumbunya melalui buku, dengan buku wawasan kita akan bertambah, jadi menurut saya bisnis buku adalah bisnis yang sangat prospektif dan menantang.

Yang paling berperan penting agar anak mau membaca buku adalah peran orang tua, sebab rumah adalah lingkungan paling dominan dalam mewarnai minat dan bakat anak. Coba para orang tua itu mulai membiasakan membawa anaknya ke toko buku atau perpustakaan, kemudian sajikan buku dirumah, jika perlu buatkan perpustakaan dirumah dari situ anak akan muncul ketertarikan untuk membaca.

Jadi pendidikan melalui buku ini adalah sebuah kapak yang bisa merobohkan kebodohan dan melakukan perubahan – perubahan, yang akhirnya bisa menjauhkan kita dari kemiskinan.

Menurut bachtiar, menjadi seorang penulis buku itu butuh kesabaran ” saya sudah 22 tahun menjadi penulis buku, dengan menulis saya harap bisa menghantarkan saya mendapatkan kebahagian di Akhirat.

Jika ingin dikenang maka buatlah sejarah, salah satunya menulis buku. ” jika saya nanti tidak ada lagi di dunia ini, tulisan adalah investasi besar saya, warisan saya berupa buku yang tak akan habis turun temurun” dakwah itu tidak hanya di mimbar saja tetapi lewat tulisan juga adalah dakwah, hidup saya adalah menulis karena tulisan menjadi sarana saya dalam beramal soleh dan investasi untuk di akhirat nanti. (ft/beritalangitan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.