Ketika Terjadi Hal yang Tak Diinginkan, Ini yang Seharusnya Dilakukan Muslim

Oleh : Silmi Adawiya

0
39

Derajat keimanan dan ketakwaan seseorang ternyata tidak sama di hadapan Allah. Sebagaimana berlaku di berbagai golongan dan kelompok, levelisasi keimanan pada orang beriman juga terjadi. Orang yang beriman (mukmin) tidak akan merasa runtuh ketika menghadapi hal-hal yang tak diinginkan dalam hidupnnya. Orang yang beriman (mukmin) masih percaya dirinya kuat dan terus mengharap peertolongan Allah ketika terjadi hal-hal yang diinginkan, bukan menjadi buntu dan stres duluan.

Saat terjadi hal yang tak diinginkan, akan ada pilihan yang dimiliki manusia. Menghadapi atau lari darinya. Namun pilihan seorang mukmin tentu mengambil untuk menghadapi hal yang diinginkan tersebut dengan tegar dan baik, sebab pada jiwa-jiwa yang beriman terdapat kekuatan dan keyakinan yang kuat. bukan justru lepas tangan atau lari sementara dari kenyataan. Dalam QS Ali Imran ayat 139 disebutkan:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِين

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman

Ayat tersebut secara eksplisit mengungkapkan bahwa orang-orang yang beriman itu tak kalah dengan masalah atau hal-hal yang tak diinginkan. orang beriman kuat dan tetap bersemangat dalam menjalani apa-apa yang sudah digariskan untuknya, baik ataupun buruk. Sebab itulah salah satu etika seorang mukmin saat terjadi hal-hal yang tak diinginkan adalah kuat menghadapinya dan terus mengharap pertolongan Allah dalam setiap langkah yang diambilnya.

Dalam Shahih Muslim terdapat hadits riwayat Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:

المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف، وفي كل خير احرص على ما ينفعك ، واستعن بالله ، ولاتعجز وإن غلبك أمر فلاتقل لو أني فعلت كذا لكان كذا وكذا، ولكن قل قدر الله وماشاء فعل ، فإن لو تفتح عمل الشيطان

“Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah dibandingkan mukmin yang lemah; pada keduanya terdapat kebaikan. Bersemangatlah mengerjakan apa pun yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan Allah, dan jangan sampai lemah! Andai keinginanmu tak tercapai, jangan katakan, ‘Andai saya lakukan ini dan itu maka pasti akan begini dan begitu.’ Akan tetapi, katakanlah, ‘Qadarullahi wa ma sya’a fa’ala (ini adalah ketetapan Allah; segala sesuatu yang Dia kehendaki aka Dia lakukan).’ Ucapan ‘andai’ akan membuka jalan bagi setan.” (HR. Muslim)

Menjadi lemah dan tak berdaya dalam menjali garis kehidupan adalah salah satu ciri mukmin yang lemah, padahal menjadi mukmin yang kuat jauh dicintai oleh Allah. Kuat disini memiliki artian yang luas. Kuat dalam menjalani ketaatan, larangan, cobaan dan hal-hal yang diinginkan dalam hidupnya. Menyalahkan Allah atau orang lain itu sangat gampang saat kondisi tak lagi nyaman. Oleh karena itu, dalam hadis tersebut disebutkan bahwa berandai-andai merupakan satu cara untuk membuka jalan setan, sebab ia belum bisa menerima apa yang digariskan Tuhan. sumber : bincangsyariah.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.