Kisah Ericka : Mencari Kebenaran Dengan Menikahi Seorang Muslim

4
1352
Ilustrasi. (www.wowmenariknya.com)

Beritalangitan.com – Pernyataan seorang pendeta bahwa Muslim membenci Yesus, justru mendorong Ericka (penganut Kristen Evangelis) yang menikah dengan seorang lelaki muslim mencari kebenaran akan pernyataan itu. Pencarian itulah yang membawa Ericka pada agama Islam dan akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang muslimah.

Perempuan Amerika keturunan Meksiko itu sebenarnya dibesarkan dalam keluarga Katolik yang taat. Sekitar tahun 2008 lalu, seorang sahabat mengundang Ericka datang ke gereja penganut Evangelis. Sejak itu, ia merasa cocok dengan ajaran Evangelis.

“Mereka (jamaah Evangelis) sangat mirip dengan saya pada waktu itu dan banyak membantu saya. Saya memahami banyak ajaran mereka, antara lain kewajiban membaca Alkitab. Meski saya tidak selalu paham isi Alkitab, setidaknya saya berniat untuk belajar dan ikut kelas Alkitab pada hari Minggu,” ujar Ericka.

Pada suatu kesempatan, seorang pendeta mengatakan bahwa Muslim membenci Yesus dan Muslim menyembah tuhan lain yang disebut “Allah”. Pernyataan mendorong rasa ingin tahu Ericka akan kebenaran ucapan pendetanya.

“Saya terkejut, saya berjumpa dengan beberapa Muslim yang ternyata mencintai ‘Yesus’ sama besarnya dengan umat Kristiani. Saya juga akhirnya tahu bahwa kata ‘Allah’ adalah bahasa Arab yang artinya ‘Tuhan’ dan bahwa Yesus bukan tuhan seperti yang diyakini umat Kristiani, karena Yesus yang sama juga menyembah Tuhan yang sama seperti kita,” tutur Ericka.

Sejak itu, rasa ingin tahu Ericka semakin besar. Ia mencari informasi tentang asal usul Alkitab dan para penyusun Alkitab. Ia menemukan banyak kontradiksi dan penyusun-penyusun Alkitab yang tidak jelas identitas dan kapabilitasnya. Ericka bahkan menemukan penyusun Alkitab yang bahkan tidak tahu Yesus, tapi berani menulis tentang Yesus.

Pada awalnya, ada penolakan dalam hatinya untuk mengakui bahwa banyak hal-hal yang tak masuk akal dalam agama Kristen. “Sedih rasanya memikirkan bahwa kitab suci (Alkitab) saya yang suci dan sakral itu, yang buat saya adalah firman-firman Tuhan, ternyata banyak penyimpangan,” ujar Ericka.

“Saya berdoa pada Tuhan yang Maha kuasa untuk membimbing saya, membiarkan saya melihat kebenaran, dan membawa saya untuk menyembah-Nya tanpa khawatir akan konsekuensi apapun,” sambung Ericka.

Hal besar yang masih membuat Ericka ragu adalah pertanyaan mengapa Alkitab tidak menubuatkan tentang Nabi Muhammad Saw. Ia mencari bukti-bukti itu dan menemukan jawabannya; jika Alkitab memuat nubuat tentang Nabi Muhammad Saw, itu artinya Alkitab mengakui keberadaan Nabi Muhammad Saw dan Islam.

Ericka pun bertekad untuk lebih dalam mempelajari Islam. Ia membaca Al-Quran dan mengakui kemurnian Al-Quran sebagai perkataan yang langsung dari Allah Swt. “Saya menemukan bahwa Islam adalah agama yang benar dan logis, memberikan jawaban untuk kehidupan ini, dan Islam adalah agama yang damai dan membawa diri kita secara menyeluruh pada Allah,” ungkap Ericka.

Setelah melalui pemikiran yang panjang, Ericka memutuskan untuk masuk Islam. Suami Ericka yang muslim, membantunya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah bersyahadat, Ericka merasa beban berat di pundaknya seketika lenyap. “Saya merasa bebas, bersih dan keyakinan yang penuh,” tukas Ericka yang kemudian langsung mengenakan jilbab.

Ericka beruntung karena tidak mengalami kendala dari keluarganya yang Kristen. “Islam memberikan saya tuntunan hidup yang lengkap, kesempatan untuk lebih dekat pada Allah. Kesempatan untuk menerima rahmat-Nya, kesempatan untuk hidup di hari kemudian. Islam memberikan kedamaian dan memberikan penerang di jalan yang saya ikut,” tandasnya.

Buat mereka yang belum mengenal Islam, Ericka berpesan, “Jangan takut untuk mempelajari Islam, paling tidak memahaminya dan jangan mengkritiknya. Anda akan paham jika Anda tahu sepenuhnya tentang Islam, dan jika Anda paham, Anda akan menghormati Islam. Teruslah mencari dan mintalah petunjuk Allah.” (jm)

Sumber : Voa-islam

4 KOMENTAR

  1. hahhh…dasar media “penghasut” media “provokatif”

    SETAN

    kalau KRISTEN salah,

    Tiga hal paling mendasar dari sisi Islam adalah :
    1. Tuduhan Islam terhadap rasul Paulus tidaklah didasarkan atas al-Qur’an sebagai sumber kebenaran mereka, justru tafsir Al-Qur’an menyatakan rasul Paulus adalah utusan Yesus.
    2. Muhammad SAWpun tidak pernah menuduh rasul Paulus terbukti dengan tidak adanya hadis tentang tuduhan ini (mohon koreksi jika salah)
    3. Sejarawan kuno muslim setidaknya hingga era Ibn Kathirpun (3. 1373 M) tidak pernah menuduh rasul Paulus

    Jika Al-Qur’an dan Muhammad SAW saja sebagai 2 rujukan kebenaran Islam tidak pernah menuduh rasul Paulus, mengapa muslim sekarang memberanikan diri menuduh sesuatu yang tidak memiliki dasar sama sekali??

    • sdrku.di dalam Kitab Al Qur’an tidak ada yang namanya Paulus dan juga Yesus. tatapi yang ada Nabi Isa As. saran saya pelajarilan Injil secara keseluruhan jangan sepotong-sepotong, selamat belajar.

    • Saudara Maman, anda benar bahwa Rasulullah Muhammad SAW tdk pernah menuduh siapapun karena menuduh sama halnya dg memfitnah atau menyebarkn berita bohong. Sementara Beliau hanya menyampaikn kebenaran. Jika sdr ingin tahu kebenaran, pelajarilah kitab anda dg sungguh2, jangan sepotong2.
      Dlm al-Qur’an tdk ada kata paulus atau yesus.

  2. ibaratnya anak sekolah internasional favorit di jakarta…terpaksa harus pindah sekolah karena minim dan minus prestasi……kemudian pindah ke sekolah negeri di daerah pinggiran tangerang……..dan menceritakan bahwa di sekolah yg baru pelajarannya lebih mudah dan benar…gurunya juga nyantai….dan bisa dapat nilai bagus dan malah bisa masuk rangking …..bangga sekali dia…meskipun turun level…….padahal kenyataanya goblok

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.