Mereka para musisi yang berhijrah (bag 2)

0
2504
Mereka para musisi yang berhijrah (bag 2)

Beritalangitan.com

6. Berry ‘Saint Loco’

Berry 'Saint Loco'
Berry ‘Saint Loco’

Berry mulai memeluk Islam sejak Jumat, 20 Maret 2015. Keinginan Vokalis band Saint Loco ini memperdalam Islam sudah ada sejak dua bulan yang lalu. Hal ini dikatakan teman dekat Barry, Essa Muhammad.

Esa mengatakan, Berry mengucapkan dua kalimat syahadat di Yayasan Indahnya Sedekah milik Essa Muhammad Foundation kawasan Jakarta Selatan.

“Tubuhnya gemetar, Alhamdulillah sekarang sudah mualaf. Sebenarnya dia tertarik untuk masuk islam dua bulan lalu, saya bilang pelajari dulu dan yakinkah hati,” kata Essa saat berbincang dengan Dream.co.id.

Esa menambahkan, keputusannya memilih pindah keyakinan berasal dari dirinya sendiri. “Dia sendiri yang bilang ingin masuk Islam. Saya tidak mengajak atau memaksanya. Setelah dia mempelajari, dia pun yakin,” tutur Essa.

Atas pengumuman tersebut, tak sedikit yang memberi ucapan selamat dari para penggemarnya.

“Subhanallah..Alhamdulillah Ya Rabb. Selamat dan semoga istiqomah …Muhammad Berry Al-Fatah..” kata Rara Azizah salah seorang penggemarnya. [2]

Sejak menjadi mualaf, nama Barry pun berubah menjadi Muhammad Beery Al Fatah. Ketertarikan Berry dengan Islam diawali ketika dirinya mempedalam tentang dzikir.

“Saat dia belajar dizikir, Barry mengaku hatinya terenyuh. Kemudian dia menangis, tubuhnya semakin gemetar. Dia lalu ingat dengan dosa-dosanya, ingat kalau ada yang lebih besar dari dia. Di sini mungkin hidayah yang diterima kemudian memutuskan menjadi mualaf,” ungkap Essa.

Jalan Barry menjadi mualaf diakui Essa bukanlah hal yang mudah. Pro dan kontra mewarnai perjalanan berhijrah pria yang pernah terkena siraman air keras ini.

“Sebelum masuk Islam, dia mengaku merasa tidak tenang. Terlebih saat musibah air keras itu, dirinya semakin berpikir mencari kenyamanan dan ketenangan hidup. Di sini Barry mulai ingin mengenal islam. Ada saja yang tidak suka, tetapi banyak juga yang mendoakan,” kata Essa.

Dan Barry Manoch pernah mengalami nasib naas usai manggung di Malang, Jawa Timur, setahun lalu tepatnya Sabtu (26/10/2013) malam. Wajahnya dilempar dengan botol berisi air keras oleh seorang oknum saat Barry meladeni permintaan fans untuk berfoto dan membubuhkan tanda tangan.[2]

Tak hanya Barry yang menerima imbas berhijrah, Essa pun mengaku sering diteror yang diduga berasal dari penggemar atau orang terdekatnya.

“Saya juga diteror, bahkan diancam dibunuh. Mereka mungkin penggemar atau orang dekat Barry yang tidak suka, karena dulu dia itu pemuda yang taat dengan agama terdahulunya. Saya dibilang memaksa Barry jadi mualaf, padahal tidak,” katanya.

Essa berharap hal ini tidak terus terjadi, “Keluarganya sudah tahu, ibunya Barry wanita yang bijaksana. Kaget sudah pasti, tetapi ibunya bilang kalau ini membuatnya bahagia ya jalanilah. Semoga tidak ada lagi yang menyalahkan orang lain atas hijrahnya Barry,” harap Essa.

7. Donny “Themfuck” (ex-JERUJI Bandung)

Donny "Themfuck" (ex-JERUJI)
Donny “Themfuck” (ex-JERUJI)

Di kalangan dunia band underground, namanya sudah dikenal luas. Dia adalah penguasa panggung metal sejak tahun 1996. Namun kini semua berubah, Donny Supriyadi alias ‘Them_f**k’ meninggalkan band Jeruji dan memilih mengaji.

Pria yang akrab disapa Ayah itu dengan terbuka menceritakan kehidupannya dulu saat masih jadi vokalis band. Dia mengaku akrab dengan berbagai kenakalan rockstar pada umumnya, yaitu minuman keras, narkoba dan lain-lainnya.

“Sebenarnya sih setelah saya tahu sekarang, memang benar itu masa kelam. Tapi dulu mah nggak tahu itu teh masa kelam. Jadi seakan-akan dulu itu ketika melakukan maksiat kayak minum, mabuk-mabukan, narkoba, sedikit suka berpacaran, itu kan nggak boleh yah. Artinya dulu itu karena nggak tahu jadi seakan-akan benar,” cerita Donny.

Malam itu, Donny memakai baju kaos hitam, berjaket dan celana hitam. Dia datang bersama ikon skater dan surfer Indonesia Fani Krismandar (Inong). Hadir juga eks pentolan Brigez Kiki Ahmad para puluhan pemuda lain yang pernah terlibat geng motor dan lain-lainnya. Dia tak bersedia difoto.

Mereka datang ke masjid untuk mengikuti kajian bersama ustaz Rahmat Baiquni dengan tema ‘Tobat’. Donny dan rekan-rekannya memang rutin datang ke pengajian untuk berbagi dan bertanya soal masalah kehidupan sehari-hari.

Donny pun mengenang masa-masa tenarnya dulu. Setelah lulus SMA dia sempat hendak meneruskan kuliah, namun tak selesai. Akhirnya dia pun membuat band dan manggung dari satu tempat ke tempat lain. Tahun 1996, band itu berdiri dengan nama Jeruji. Band itu terkenal di kalangan underground karena musiknya yang cadas. Salah satu lagu yang populer adalah ‘Lawan’. Sejak itu, Donny merasakan nikmatnya hidup sebagai ‘bintang’.

“Di pergaulan di situ ya tahulah, anak band, apalagi underground. Terbuailah di situ. Mulai sering manggung, sering populer, banyak duit, tur ke mana-mana. Ya menikmatilah saya waktu itu, dengan tidak ada rasa menyesal. Mulai tato kan. Ya semualah yang dilakukan idola saya, saya ikuti,” cerita ayah dua anak ini.

Donny menikah pada tahun 1998 dan memiliki anak pada tahun 2001. Namun, kehidupanya tak banyak berubah. “Tetap aja mabok mah mabok. Eeh, ini aib masa diceritain semua. Udah ah. Banyak aja, tapi nggak usah diceritain,” imbuhnya.

Pada tahun 2012, Donny mulai merasa galau dengan kehidupannya. Menginjak usia 40, dia sudah melihat beberapa temannya yang hijrah. Dia pun mulai mencari-cari tahu soal arti hijrah, namun belum maksimal.

Saat itu, istrinya yang lebih dulu hijrah. Ibu, panggilan istrinya memakai kerudung dan rajin salat. Melihat itu, Donny pun jadi semakin bersemangat. Pria bertato Jeruji di tangannya itu mulai mengikuti kajian di Daarut Tauhid bersama Abdullah Gymnastiar (AA Gym). Hingga akhirnya mulai datang ke Masjid Al -Lathiif.

Tapi, di balik itu semua, ada satu alasan yang benar-benar membuat Donny hijrah yakni anak. Suatu waktu, anaknya disuruh salat, namun menolak karena ayahnya pun tak salat.

“Ka, salat subuh. Susah aja disuruh salat teh. Padahal dia teh udah agak rajin salat, saya mah nggak salat. Yang paling saya nggak sangka itu si kaka jawabnya ngapain salat, ayah aja nggak salat,” terangnya.

Sejak mengikuti pengajian, Donny pun mulai merasa bersalah dengan apa yang sudah dilakukannya di masa lalu. Ayah mengingat lagi ketika ribuan fans-nya datang ke acara dalam kondisi mabuk.

“Ketika saya manggung kan teman-teman di bawah itu pada mabuk. Alah, ieu diajak ku urang atau kumaha? Terus kan bukan ratusan, ribuan. Kebayang kan jariyah. Dosa si itu ditanggung ku saya,” ceritanya.

Keluar dari Jeruji dan Bisnis Baso

Setelah mantap berhijrah dan berkompromi dengan rekan-rekannya, Donny akhirnya keluar dari Jeruji pada awal tahun 2015. Dia sudah bertekad dan berniat untuk meninggalkan dunia musik dan fokus hijrah di jalan-Nya. Keinginan ini sempat mengalami penolakan, terutama karena Jeruji baru saja mengeluarkan album baru. Itu artinya, Jeruji kehilangan ikon yang selama ini menjadi ciri khas band tersebut.

Sempat muncul juga suara-suara sumbang saat Donny hijrah. Banyak rekan yang nyinyir padanya. Namun setelah diberi penjelasan, semua akhirnya bisa mengerti.

“Sempat dibilang ustaz sosmedlah, apalah. Kan saya suka sharing hadits. Biarkan mereka, suka ngomong kan riya, riya. Maneh weh, da nu nyaho niat urang mah Allah kan. Sebenarnya itu, tantangan dakwah itu teh gitu,” ungkapnya.

Setelah keluar dari Jeruji, Donny kini punya usaha baso bernama Baso Mas Tato and Core Burger. Lokasi warungnya berada di Jl Ternate, Bandung, Jawa Barat. Dia kerap memposting menu-menu baso tersebut di akun media sosial. Tak jarang, selalu sold out alias habis terjual.

“Karena saya memang berniat, ya Allah mudahkan, saya ingin benar. Ternyata Allah mungkin mendengarkan doa saya, akhirnya Allah mudahkan jalan usaha dikasih sama Allah. Alhamdulillah saya cukup menafkahi keluarga dari warung,” ceritanya.

Tentang Salat Bertato

Donny tubuhnya dipenuhi dengan tato. Mulai dari bagian dada sampai lengan, nyaris tak ada yang tersisa. Salah satu ikon tatonya adalah tulisan Jeruji di bagian lengan. Ibaratnya, Jeruji sudah mendarah daging di tubuhnya.

Dengan semua rajah di tubuh, bagaimana Donny menjalankan salat? Hal ini tentu saja jadi pertanyaan semua orang. Menjawab hal tersebut, Donny sudah tahu bahwa tato bisa menyebabkan secara fikih wudlunya tidak sah. Namun dia tetap berjalan terus.

“Emang kalau menurut fikih, wudlu saya tidak sah. Tapi itu kan syarat. Kalau kita mengedepankan syarat, tanpa kewajiban. Kapan salat saya?” jawabnya.

“Terus kan Allah maha pemurah, pengampun, pengasih. Jangankan yang banyak tato, kalau pembunuh yang tobatnya benar mah Insya Allah diterima. Biarkan orang ngomong apa pun, kita mah nggak butuh penilaian orang. Kita mah jalan aja terus,” terangnya.

Setelah hijrah, apakah Donny kangen masa-masa di panggung dan ingin reuni? Dia mengaku tidak, meski ajakan itu selalu ada. Dia merasa kehidupanya di dunia yang enak-enak sudah berakhir. Kini dia fokus mengejar kehidupan di akhirat.

“Saya suka ngobrol sama ustaz, umur 40 itu penentuan, apakah mau bener atau tambah jadi. Saya mah milih udahan, da sieun (takut). Apalagi udah tahu kan ikut kajian terus, jadi semakin kecil, nggak ada apa-apanya,” jawabnya.

Padahal, dulu waktu manggung keren banget ya?

“Wuaahh, bahaya kan itu bahayanya seorang penyanyi itu seperti seribu dai,” tambahnya.
(avi/mad)

8. Naharrun Al Mubarrack (Barox) gitaris HATE OF PAIN band HC Surabaya

Naharrun Al Mubarrack (Barox) gitaris HATE OF PAIN band HC Surabaya
Naharrun Al Mubarrack (Barox) gitaris HATE OF PAIN band HC Surabaya

Kisah Barox sang gitaris yang sangat Islami ini berbeda dengan kehidupan para musisi yang ada di foto album Hijrah, karena Gitaris ini sedari kecil sudah Hijrah.

Barox ‘HATE OF PAIN’: Kami ingin memberi contoh positif kepada teman-teman

Surabaya tidak hanya memiliki DEVADATA dan FRAUD tapi band satu ini juga memiliki sejarah penting berkembangnya musik Hard Core di kota tersebut. Hate of Pain itulah mereka band yang terbentuk sejak 1999 dengan nama Gergaji Sick itu dulunya mengusung genre punk street di era 90an lambat laun mereka berganti nama menjadi Blasthink yang pada masa itu masih dihuni orang – orang lama seperti Johan, Janto, Mbah Teguh dan Hafid. Dengan formasi itu Blasthink sempat merilis mini album dalam format cassette.

Beberapa tahun kemudian Blasthink berganti nama kembali menjadi Hate of Pain tepat di 2001 dengan berubah formasi kembali karena keluarnya Johan, formasi pada waktu itu adalah Janto (Bass), Hafid (Drum), Mbah Teguh (Gitar) & Koko (Vokal) dan di 2003 mereka kedatangan keluarga baru bernama Barox mengisi posisi lead guitar.

Tepat di 2006 Janto yang pada waktu itu berasal dari malang harus out dari band karena harus ikut istri dan anak yang menetap di malang dan posisi janto digantikan oleh njink (Strike Ball).

1 tahun kemudian band ini harus melepas kembali gitaris mereka Mbah Teguh karena keluarga juga.

Hingga tahun 2009 Hate of Pain kedatangan keluarga baru kembali yang mengisi kekosongan guitar yang diisi oleh Gophel. Dan formasi solid terbentuk hingga saat ini adalah Koko (Vocal), Barox (Guitar), Njink (Bass), Hafid (Drum) dan Gophel (Guitar).

Perjalanan panjang serta bergonta-ganti personil memang menjadi hal yang wajar bagi sebuah band untuk bertahan di belantika musik keras di negeri ini. penantian panjang 13 tahun lebih akhirnya terbayar sudah dengan lahir sebuah debut full album pertama dengan title album ’12 YEARS STRONGER STRUGGLE AND VICTORY’ dan berisikan 12 lagu yang siap menggempur telinga dengan sentuhan sound-sound hardcore usa style, album tersebut dirilis langsung oleh Label Forever Record dalam format digipack.

Ketika ditanya tentang apa saja tema-tema yang diangkat dalam album HATE OF PAIN terbaru ini, sang gitaris, Barox, menjelaskan, “Tema dalam album perdana ini, masih seputar isu Brotherhood, Struggle dan Perdamaian. Misal dalam lagu “Save The World” kami menuangkan ke prihatinan kami atas nasib bumi yang tak lagi ramah karena arogansi manusia.”

“Contoh pada single lain, “Struggle”, kami mengajak untuk sama-sama berjuang dalam menjalani hidup, baik berjuang untuk diri sendiri ataupun memperjuangan hak kebenaran yang diyakini. Selain itu lagu-lagu lainnya temanya ttg sosial, dan tak ada lagu-lagu kami yang mengajak untuk ke arah sesuatu yang buruk atau negatif,” tambahnya.

Barox juga mengatakan pada single terakhir berjudul “Remember The Victim” dalam album perdananya itu ditulis khusus untuk mengenang korban kematian orang-orang yang berperang untuk sebuah kemerdekaan.

Maraknya band-band hardcore yang mengusung pesan-pesan negatif di scene hardcore nusantara, Barox memberikan penjelasan bahwa HATE OF PAIN tidak ikut dalam gerakan semacam itu.

“HOP tidak pernah memplokamirkan diri sebagai band yang bergenre dan movement ‘NEGATIVE HARDCORE’. Menjadi negatif itu pilihan. Bagi kami, movement dan attitude adalah utama, jadi sebisa mungkin HOP memberikan contoh yang postif bagi teman-teman scene. Tentunya mengajak ke arah yang positif. Berbuat baik dan persaudaraan,”

Inbox saya dgn Kang Barox Hop tentang personil HOP : “Semua sudah ber proses menjadi ihsan, meski belum sempurna, tapi sudah 90 %”

“Semoga istiqomah, saya (kang Barox) memang yang mengawali, namun kami tetap berkarya lewat musik dan menebar pesan dakwah (positif) dalam lirik lirik kami”

9. Aik Vokalis THE FORTY’S ACCIDENT

Aik Vokalis THE FORTY’S ACCIDENT: “Saya hijrah setelah mendengar ceramah Aa’ Gym”
Aik Vokalis THE FORTY’S ACCIDENT: “Saya hijrah setelah mendengar ceramah Aa’ Gym”

BAGI scenester punk/hardcore era 90-an akhir, nama THE FORTY’S ACCIDENT sudah tidak asing ditelinga mereka, khususnya di Surabaya. Mereka termasuk band hardcorepunk yang cukup dikenal dan produktif dalam memproduksi album. Band ini memang sempat bubar pada tahun 2000, namun kemudian terbentuk kembali pada tahun 2009 dengan formasi yang baru.
.
Dahulu, band ini dimotori oleh 5 orang, yang 2 diantaranya adalah kakak-adik, yaitu Jack dan Aik. Jack saat itu mengisi posisi vokal, sedangkan Aik sebagai gitaris. Sejak tahun 1997 hingga 2000, mereka sudah merilis 2 full album dan 1 EP dalam bentuk kaset, serta ikut dalam berbagai kompilasi.
.
Secara ideologis, band ini awalnya mengusung pemikiran anarkisme. Lirik lagu mereka semakin hari menjadi lebih politis dan militan. Namun pada saat mereka terbentuk kembali pada tahun 2009 lalu, pemikiran yang diusung oleh band hardcorepunk ini berubah 180 derajat. Mereka kini lebih banyak bicara tentang nilai-nilai Islam, khususnya dalam ranah amar ma’ruf nahi munkar.
.
Mengapa mereka berubah sampai sedemikian rupa? Ternyata ada beberapa alasan yang mendasarinya. Pertama, karena kakak-adik Jack dan Aik pada tahun-tahun 2000an awal mulai menyukai ceramah-ceramah Aa Gym.
.
“Saya dulu suka sekali beli kaset ceramahnya Aa Gym. Kami putar berulang-ulang sampai hafal isinya. Hehehe,” kata Aik.
.
“Satu hal yang membuat saya berubah, dari ceramah Aa Gym, dia mengajak kita untuk terus menerus mengoreksi diri kita lebih dulu ketimbang mengoreksi orang lain. Nah, ini yang sejak dulu nggak saya pikirkan. Saya pikir kalau ada ketidakadilan di masyarakat itu berarti pemerintahnya pasti yang nggak bener. Tapi sejak itu saya mikirnya beda. Saya jadi sadar kalau diri saya sendiri juga masih sering nggak bener, kok nyalahin orang lain,” lanjutnya.
.
Kedua, THE FORTY’S ACCIDENT berubah drastis menjadi sangat Islami karena dampak dari meninggalnya Jack pada tahun 2007 lalu, saat tidur malam. Saat itu, Jack sudah hijrah sepenuhnya, dan menjadi aktivis dakwah. Siang malamnya diisi dengan aktivitas yang memperdalam ilmu agama sekaligus membuat gerakan-gerakan dakwah lokal. Bagi Aik, adiknya, meninggalnya sang kakak adalah pelajaran berharga bahwa hidup ini harus berorientasi pada akhirat.
.
Sejak itu, Aik bertekad untuk mengikuti jejak Jack.
.
“Setelah kakak saya meninggal, saya masuk ke kamar tidurnya. Saya baca-baca buku peninggalan dia. Ternyata mayoritas buku-buku Islam! Saya bilang ke ibu untuk merawat buku-buku itu. Sejak itu saya jadi gila buku. Saya meniru semangat belajar yang selama ini dilakukan kakak saya,” kata Aik.
.
Sejak tahun 2009, formasi THE FORTY’S ACCIDENT berubah. Aik kini mengisi posisi vokal. Kemudian 3 personel lainnya adalah teman-teman baik Jack saat masih hidup. Mereka orang-orang yang hanif dan sama-sama ingin berubah menjadi orang yang lebih baik.
.
Dari formasi itu, THE FORTY’S ACCIDENT menghasilkan 2 album baru. Diantaranya “Against The Stream” (2010) dan “Between Regret and Hope” (2013). Kedua album itu dirilis dalam label Ghuraba Records, sebagaimana band-band lain seperti band melodic-punk KETAPEL JIHAD dan rapper SALAMEH HAMZAH.
.
Jika ditanya mengapa Aik masih memilih untuk berdakwah melalui musik, dia menjawab “Musik itu cuma alat. Buat mengirim pesan-pesan dakwah kami ke teman-teman kami yang masih belum tergerak untuk berhijrah. Kalau mereka diajakin pengajian jelas nggak mau. Makanya kami pakai musik hardcorepunk. Mereka baru bisa paham kalau pakai bahasa musik.”

10. Noor Al Kautsar (Ucay) ex Vocalis Rocket Rockers

Noor Al Kautsar (Ucay) ex Vocalis Rocket Rockers
Noor Al Kautsar (Ucay) ex Vocalis Rocket Rockers

Noor Al Kautsar (Ucay) ex Vocalis Rocket Rockers berbagi kisah hijrahnya. “Prosesnya panjang ya, karena ini bagian dari proses pencarian juga.”

dalam kisah hijrahnya Noor Al Kautsar (Ucay) mantan Vocalist Rocket Rockers menceritakan  “Prosesnya panjang ya, karena ini bagian dari proses pencarian juga. Ketika saya dulu jadi musisi, komunitas saya indie, underground. Tidak bisa dipungkiri juga di sana banyak isme-isme yang membahayakan seperti komunisme, punk, dan satanisme yang di adopsi dari barat,” tutur Ucay mengawali kisahnya.

Puncaknya ketika ia manggung di Yogya. Ada seorang perempuan bule naik ke atas panggung, kemudian loncat ke penonton. “Melihat perempuan bule itu loncat ke penonton hingga dua kali, hati saya bergetar. Wah ini nggak bener nih, saya kayak lagi mensoundtrecki dia untuk loncat ke penonton. Akhirnya suara musik yang hingar-bingar di panggung itu terdengar kecil, yang terdengar hanyalah suara hati saya yang teriak bahwa saya harus pergi dari tempat ini. You don’t belong here, out!” Kata Ucay.

Selepas menyelesaikan kewajibannya di band, ia mantap untuk keluar dari band tersebut pada tahun 2013. Kini, Ucay sibuk mendalami ajaran agama Islam, dan mengetuai sebuah komunitas Islam bernama Indonesia Tanpa JIL Chapter Bandung. Ia juga kini menjadi pengusaha. Usahanya yakni sepatu yang diberi merk ‘Forever Young crew’ dengan logo buah pisang.

Menurutnya Daarut Tauhiid (DT) juga memiliki peran penting dalam hijrahnya itu. “Menurut saya, Aa Gym itu ibarat dokter spesialis hati. Saya kalau lagi galau atau ada hal-hal yang tidak mengenakkan di hati, suka dengar ceramahnya Aa Gym ke DT. Ya meski tidak setiap malam jumat saya ke DT untuk ikut kajian Ma’rifatullah, tapi saya mengikuti twitter dan sosial medianya Aa,” ungkapnya.

Perkembangan DT yang cukup pesat juga menarik perhatian Ucay. “Saya senang sekali dengan perkembangan DT sekarang. Pendidikannya makin bagus, banyak gedung-gedung baru juga seperti Dome Central 5. Perekonomian warga sekitar pesantren juga jadi maju dengan adanya DT. Ya Islam itu memang begitu, mewarnai. Contohnya ya seperti apa yang sudah dilakukan oleh Aa Gym dengan pesantren Daarut Tauhiidnya,” pungkasnya.

11. Aditya Ardinugraha (Adi) dan Yudistira Ardinugraha (Udi) – ex PURE SATURDAY

Aditya Ardinugraha (Adi) dan Yudistira Ardinugraha (Udi) – ex PURE SATURDAY
Aditya Ardinugraha (Adi) dan Yudistira Ardinugraha (Udi) – ex PURE SATURDAY

DEDENGKOT band indie asal Bandung, PURE SATURDAY, baru saja ditinggal oleh gitaris dan drummernya – Aditya Ardinugraha (Adi) dan Yudistira Ardinugraha (Udi) – karena alasan ingin fokus mendalami agama Islam.

Saat mendengar pernyataan kemunduran kedua personel PURE SATURDAY tersebut, managernya Budi Gunawan, mengaku shock.

“Masih shock, begitu mendadak,” jelasnya singkat, dilansir Rolling Stone (30/1/2014)

Budi sempat menceritakan bagaimana Adi dan Udi mengundurkan diri dari band pada hari Minggu (25/1) lalu sehabis menyelesaikan tugas mereka sebagai pengisi acara Levi’s Commuter U: TH Fest 2015 di Plaza Selatan, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

“Anak-anak Pure Saturday sedang ngobrol-ngobrol waktu itu, baru saja beres main. Tiba-tiba Adi dan Udi mengeluarkan statement, mau resign. Kami benar-benar kaget. Nggak ada curhat dulu atau semacamnya, tapi langsung pengumuman keluar. Keputusan mereka sudah positif, tidak bisa diganggu-gugat. Mau bagaimana lagi? Ini urusan prinsip, urusan kepercayaan,” terang Budi.

Adi dan Udi sebenarnya sudah cukup lama mempelajari agama namun baru mulai intens pada akhir 2014 lalu. Namun Budi tidak menyangka kalau akhirnya membuat keduanya sampai meninggalkan band dan memutuskan untuk tidak memainkan musik lagi. Ia menyatakan, “Kami tahu kalau mereka sedang mendalami agama Islam, tapi nggak tahu kalau ternyata sampai nggak bisa bermusik, baru ngomong saat pengumuman keluar itu. Bingung, kaget, kecewa; campur aduk.”

Adi dan Udi sebenarnya merupakan salah dua pendiri Pure Saturday pada tahun 1994, bersama eks-vokalis Suar Nasution, gitaris Arief Hamdani dan bassist Ade Purnama. Kabar mengejutkan datang dari salah satu veteran grup musik independen asal Bandung, Pure Saturday. Dua personel mereka—saudara kembar Aditya Ardinugraha (gitaris) dan Yudistira Ardinugraha (drummer)—menyatakan mundur dari band.

Budi juga mengakui kalau ia memperhatikan adanya pengurangan hasrat bermusik dari Adi dan Udi dalam beberapa waktu belakangan. Hanya saja, ia mengira bahwa hal tersebut mengambil tempat karena urusan pekerjaan. Keputusannya untuk bertekad menimba ilmu agama patut kita apresiasi. Tentu keputusan semacam itu tidaklah mudah bagi musisi setenar mereka.

12. Reza ‘Noah’

Reza ‘Noah’
Reza ‘Noah’

Reza dari band Noah mengundurkan diri pada 1 Januari 2015. Dia beralasan ingin memperbarui hidup dengan lebih dalam mempelajari agama.

Kabarnya, Reza ikut Jamaah Tabligh yang diperkenalkan oleh sesama personel Noah, Lukman. Lukman dan keluarga sudah pergi (khuruj) ke New Delhi juga untuk mendalami agama.

Beberapa foto Lukman dan Reza saat kegiatan khuruj bersama Jamaah Tabligh sempat beredar didunia maya sejak 2012 lalu. Dalam foto-foto tersebut, tampak Reza dan Lukman sama-sama mengenakan busana khas Jamaah Tabligh.

“Ke depan, hidup saya lebih (fokus) ke agama. Setelah Januari, saya fokus ke saya dulu. Setelah itu Allah yang tentuin, semua jiwa dan dunia bergantung sama Allah,” kata Reza dalam wawancara Selebrita di stasiun televisi Trans7 pada Jumat, 19 Desember 2014.

Khuruj adalah meluangkan waktu secara total untuk berdakwah memperbaiki diri sendiri dan mengajak orang lain agar berusaha atas iman. Khuruj biasanya dilakukan dari masjid ke masjid dan dipimpin oleh seorang amir.

Bagi umat muslim yang mampu, mereka diharapkan untuk khuruj ke poros markas pusat (India-Pakistan-Bangladesh/IPB) untuk melihat suasana keagamaan yang kuat guna mempertebal iman mereka. (aw)

…bersambung

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.