Pandangan Imam Nawawi al-Bantani tentang Bersiwak

0
216
Sebelum pasta gigi dan sikat gigi hadir seperti saat ini, masyarakat mengenal siwak sebagai pasta sekaligus sikat gigi. Apa itu siwak? (Foto: Thinkstock/hayatikayhan

Beritalangitan.com – Dalam kitab Nashaih al-Ibad karya Imam Nawawi al-Bantani, bahwa jika tidak memberatkan umatnya, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk bersiwak saat memulai aktivitas terutama akan mengawali ibadah kepada Allah. 

“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dikutip dari Republika, saat ini banyak umat Muslim mengabaikan bersiwak saat akan melaksanakan ibadah terutama ketika akan berwudhu, shalat, dan membaca Alquran. Padahal bersiwak sebelum melakukan aktivitas ibadah sangat dianjurkan Rasulullah karena banyak pahala dan manfaatnya bagi kesehatan terutama kesehatan mulut.   

Bersiwak, menurut Imam Nawawi merupakan sunnah Nabi. Shalat yang dimulai bersiwak lebih utama daripada 70 shalat tanpa bersiwak. Selain itu ada 10 keutamaan bagi orang yang bersiwak. Pertama siwak dapat membersihkan mulut, mendatangkan keridhaan Allah, membuat setan marah.  

Orang yang bersiwak pasti disukai Allah dan malaikat pencatat amal, siwak dapat menguatkan gusi, mencerdaskan otak karena tidak ada lendir, menyegarkan napas, menghilangkan cairan yang tidak berguna, menguatkan pandangan mata, dan menghilangkan bau busuk di mulut.  

Kitab al-Majmu Syarh al-Muhadzdzab juga menerangkan bahwa siwak atau sejenisnya adalah alat yang digunakan untuk membersihkan mulut. Imam an-Nawawi menyampaikan bersiwak bisa dilakukan kapan saja, akan tetapi lebih disukai dalam lima waktu.   

Pertama ketika akan shalat, baik yang shalat itu bersuci dengan air, ataupun dengan tanah (bertayamum), ataupun tidak bersiwak, seperti orang yang tidak 

memperoleh air dan tanah, kedua akan wudhu, ketiga ketika akan membaca Alquran, keempat ketika bangun dari tidur, kelima ketika telah berubah bau mulut. “Baik karena tidak makan dan tidak minum, makan makanan yang berbau, lama tidak berbicara, banyak berbicara atau yang lainnya,” katanya.  

Alat yang dianjurkan untuk dijadikan siwak adalah dengan menggunkan dahan pohon Arak yang tidak terlalu keras dan kering, sebab hal tersebut dapat melukai gusi dan tidak dapat menghilangkan bau mulut. Pohon Arak termasuk pohon pendek yang  diameter batangnya tidak lebih dari satu kaki, bentuk dahannya melingkar-lingkar, dedaunannya berkilau, warnanya coklat bercahaya. Bagian yang digunakan untuk siwak adalah inti akarnya.  

Cara penggunaannya adalah dengan dikeringkan kemudian disimpan di tempat yang kering dan tidak lembap. Sebelum digunakan, bagian ujung akar tersebut terlebih dahulu ditumbuk dan dihaluskan dengan alat tajam, baru kemudian digunakan untuk bersiwak. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.