Seni Mengolah Hidup (bagian 1)

0
726
Ilustrasi

Ditulis ulang oleh : Rochmatan Akbar dari majalah japemi (majalah jaringan pengusaha muslim indonsia (JPMI) Bali) edisi 2 halaman 30 oleh Ustad Jalil

Beritalangitan.com – Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS. Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR. Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR. Seorang yang dekat dengan tuhan, bukan berarti tidak ada air mata. Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN. Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEIKHLASAN. Ketika hatimu terluka sangat dalam.., maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN. Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN. Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN.

Didalam menghadapi musibah, manusia terbagi menjadi empat tingkatan :

Pertama : Marah, yaitu ketika meghadapi musibah dia marah baik dengan hatinya seperti benci terhadap rabbnya dan marah terhadap taqdir Allah atasnya dan kadang – kadang sampai kepada tingkat kekufuran, Allah berfirman :

Dan diantara manusia ada orang yang beribadah kepada Allah dengan berada ditepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu,dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia kebelakang. Rugilah Ia didunia dan diakhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Al – Hajj : 11).

Atau dia marah dengan lisannya seperti  menyeru dengan kecelakaan dan kebinasaan dan yang sejenisnya. Atau marah dengan anggota badannya seperti menampar pipi, merobek saku baju, menarik – narik (menjambak) rambut, membenturkan kepala ketembok dan yang sejenisnya.

bersambung….

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.