Bahaya Sifat Sombong

0
1622
Ustadz Yayat (Kang Anom)

Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Barokah Jln. Cilandak Kp. Cilandak Kel.Sarijadi Kec. Sukasari Kota Bandung, penulis merupakan alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya tahun 1997, dan sebagai perintis awal Ponpes Darut Taubah yang berada di eks lokalisasi saritem Bandung

Beritalangitan.com – Marilah kita selalu bertakwa kepada Allah Swt dengan menjauhi sifat sombong, angkuh, besar kepala. Dengan sifat inilah Allah sangat membencinya.

Sombong, angkuh dan besar kepala adalah kata yang mempunyai satu makna, yaitu menganggap dirinya lebih tinggi, lebih mulia daripada lainnya. Sifat sombong sangat tercela didalam agama, begitu pula oleh masyarakat, sifat ini sangat dibenci.

Rasulullah Saw melarang umatnya berlaku sombong terutama terhadap sesama umat Islam. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya :

“Tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya ada sedikit kesombongan, lalu ada seorang lelaki berkata : sesungguhnya ada seseorang yang senang pakaiannya bagus dan sendalnya juga bagus, lalu beliau bersabda : Sesungguhnya Allah itu indah yang senang keindahan, sedang sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan orang”.

Dari Hadist ini dapat diambil suatu pelajaran bahwa pintu surga tertutup bagi setiap orang yang didalam hatinya ada sifat kesombongan, tetapi seseorang itu tidak bisa dikatakan sombong hanya karena ia suka pakaian yang bagus-bagus. Sedang arti sombong yang sesungguhnya ialah tidak mau menerima kebenaran dan menganggap rendah seseorang.

Adapun macam – macam takabur itu ada tiga macam :

  1. Takabur kepada Allah, yaitu mengabaikan atau tidak menghiraukan terhadap agama Allah, tidak takut terhadap ancaman Allah serta meremehkan dan mengabaikan syariat agama. Allah berfirman dalam Al Qur’an yang artinya : “Sesungguhnya orang – orang yang menyombongkan diri dari menyembahku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina”.
  2. Takabur terhadap Rasul, yaitu enggan dan merasa hina untuk mengikuti petunjuk Rasul yakni petunjuk Nabi kita Muhammad Saw. Sifat takabur demikian ini hanya dimiliki kaum quraisy dimasa Nabi. Begitu juga dimasa sekarang kalau ada manusia yang merasa hina melaksanakan perintah agama, itu termasuk orang – orang yang sombong. Semoga kita terjaga dari sifat sombong yang dimurkai oleh Allah dan Rasulnya. Amin .
  3. Takabur terhadap sesama manusia, yakni merasa lebih mulia, lebih tinggi, lebih alim, lebih kaya. Ia menganggap remeh dan hina serta menganggap orang lain tidak berharga, ia menjadi gila hormat, gila pujian, dan lupa daratan, sehingga tidak suka ditegur, tidak mau menerima pandangaan dari orang lain walaupun pandangan atau nasehat itu benar.

Maka takabur itu adalah menolak kebenaran dan menghina manusia. Sebagaimana Rasul bersabda yang artinya : “Takabur itu menolak kebenaran dan menghinakan hak – hak manusia”

Rasulullah Saw dalam sehari – hari tidak pernah berlaku sombong, beliau menengok orang sakit, mngantarkan jenazah, mendatangi undangan dari siapapun. Ini menunjukkan ketawadhuannya Rasul, dan sifat tawadhu  inilah yang harus dimiliki oleh setiap orang, sebagaimana Rasul bersabda yang artinya : “Tawadhulah kalian, duduklah kalian dengan orang-orang miskin, pasti kalian menjadi orang besar di sisi Allah dan terbebas dari kesombongan”.

Allah juga berfirman yang artinya : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong), dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang sombong lagi membanggakan diri”.

Untuk menghindari sifat sombong kita harus berlaku lunak dalam pergaulan, sering-seringlah menengok para tetangga, terutama yang sering tertimpa kesusahan, ikut mengantarkan jenazah, suka berkumpul dengan orang miskin, ringan  kaki mendatangi  undangan dan sebagainya.

Cara-cara demikian ini bisa mnghilangkan sifat sombong seseorang. Pada suatu saat kadang-kadang dianjurkan untuk berlaku sombong, tetapi kepada orang – orang yang suka sombong, bukan kepada orang yang tawadhu yang bisa merendahkan dirinya. Rasul bersabda yang artinya : “Sombonglah kepada orang-orang yang sombong, karena sombong kepada orang yang sombong adalah sedekah”.

Sekali lagi mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dari sifat sombong. Aminn

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.