Bersabar dalam Menghadapi Musibah

0
2037
Penulis: KH. Yayat Nurul Hidayat (Kang Anom)
Editor : Lukman

Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Barokah Jl. Cilandak Kp. Cilandak Kel. Sarijadi Kec. Sukasari Kota Bandung, penulis merupakan alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya tahun 1997, dan sebagai perintis awal Ponpes Darut Taubah yang berada di eks lokalisasi saritem Bandung.

Beritalangitan.com – Pembaca setia beritalangitan.com, dengan mengucapkan bismillahirahmanirahim marilah kita bersama – sama agar selalu senantiasa bertakwa kepada Allah Swt dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi segala apa yang larangannya. Sesungguhnya dengan takwa inilah satu – satunya jalan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Takwa merupakan dasar bagi amal kita untuk mencapai kebahagian hidup di dunia dan akhirat. Takwa dapat menumbuhkan rasa kagum atas segala kebesaran dan kekuasaan Allah Swt, kesemuanya nampak dan dapat kita rasakan. Seluruhnya itu diperuntukkan  bagi hamba dan makhluknya. Maka dengan itu, marilah kita selalu memantapkan iman didalam jiwa kita dengan patuh dan taat kepada Allah dan RasulNya dengan mengamalkan syariatnya dibarengi rasa cinta kepada Rasulullah Saw dengan mengamalkan amal shaleh karena sesungguhnya amal perbuatan yang baik adalah buahnya iman.

Kita wajib dimanapun berada, pada situasi apapun dan dalam keadaan apapun kita wajib iman kepada Allah dan RasulNya. Tiada tuhan yang wajib disembah melainkan Allah swt, nabi Muhammad adalah utusan Allah. Selanjutnya iman kepada MalaikatNya, kepada kitab-kitabnNya, kepada tibanya hari kiamat serta iman kepada qodo dan kodarNya. Oleh karena itu, kita sebagai manusia telah dijadikan oleh Allah Swt sebagai manusia yang lemah, sebagaimana Allah telah befirman “wahuliqul insaanu do’ipa” Allah telah menjadikan manusia dalam keadaan lemah.

Karena itu, tiada daya upaya  dan kekuatan ummat manusia kecuali dengan kesabaran dan menyerahkan diri kepada Allah Swt, sebab Allah akan menguji kepada ummat manusia dengan segala cobaan. Sebagaimana Allah berfirman dalam Alqur’an yang artinya :

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu sekalian dengan berbagai cobaan, diantaranya dengan diberi ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda, kekurangan jiwa raga dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Dan termasuk orang yang sabar ialah orang yang apabila di uji oleh Allah dia mengucapkan innalillahi wainna ilaihi rojiuun”. (Qs. Al-baqorah : 155 – 156 )

Contohnya suatu ketika datang kepada kita suatu cobaan dengan rasa takut yang datangnya dengan tiba-tiba,  seperti yang kita ketahui bersama yang telah menimpa kepada saudara-saudara kita misalnya dengan adanya bencana gempa dan banjir, sehingga kita merasa takut dengan bencana ini. Itu merupakan ujian dari Allah Swt kepada kita semua.

Dengan bencana ini kita jadikan peringatan untuk kita semua supaya kita lebih mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Dengan berbagai kejadianNya, ini adalah kehendak Allah Swt dan mudah-mudahan Allah menjaga kita dari berbagai musibah. Atau kita diberi musibah oleh Allah, tertimpanya jiwa raga kita dengan sakit beserta anak – anak kita atau suatu ketika merosotlah harta benda kita dalam perdagangan karena rugi atau suatu ketika sawah ladang kita dimakan hama atau terkena banjir, akhirnya kuranglah hasil panen kita, maka bagaimanapun juga kita harus tetap tabah dan sabar dalam menghadapi segala cobaan yang telah menimpa.

Sebagai contoh  musibah lainnya seperti diberi kesusahan disebabkan karena banyaknya hutang sehingga bingung untuk membayarnya, peristiwa ini seperti yang terjadi kepada sahabat Rasulullah Saw yang bernama Abi Umamah Al Bahili. Pada suatu saat dipagi hari kira-kira waktu shalat dhuha, Rasulullah Saw keluar dari rumahnya menuju masjid yang mulia di Madinah. Disaat itu terlihatlah para sahabatnya sudah banyak yang keluar dari masjid, namun didalam masjid itu masih ada seorang sahabat yang sedang termenung seorang diri, Rasulullah mendekati sahabat itu dan bertanya kepadanya mengapa kamu sedang termenung seorang diri? Sahabat itu menjawab dengan ringkas, “aku ditimpa rasa susah karena banyaknya hutang ya Rasulullah, oleh karena itu saya malu dan takut untuk keluar, sebab sudah waktunya untuk membayar tapi aku tidk punya apa-apa”. Lalu Rasulullah Saw berkata kalau hal itu yang kamu derita maukah kamu kuajari sebuah do’a untuk menghilangkan susahmu itu. Bacalah do’a ini pagi dan sore inshaAllah do’a ini bisa menghilangkan  8 penyakit yang menimpa dalam jiwamu dan ini adalah do’aya

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari rasa susah dan duka, dari rasa lemah dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir atau bakhil dan dari pengaruh banyaknya hutang dan penindasan orang-orang yang dholim”.

Dan do’a ini dibaca tiap pagi dan sore. Akhirnya beberapa saat kemudian sahabat itu menghadap kepada Rasulullah Saw sambil mengatakan, bahwa dia sudah bebas dari pengaruh hutangnya dan hilanglah rasa susahnya dan jauh dari penindassan orang-orang yang dholim berkat rahmat Allah Swt dan safaat Rasulullah Saw.

Kita sebagai manusia yang hidup, jelaslah kita tidak akan lepas dari rasa susah dan duka, apakah itu terpengaruh datangnya dari harta atau kedudukan. Itu adalah merupakan salah satu cobaan dari Allah Swt, maka untuk menghadapi cobaan  itu bagi orang yang beriman kepada Allah SWT satu-satunya jalan adalah  dengan kesabaran. Allah bersama orang-orang sabar, orang yang sabar akan mendapatkan pertolongan Allah dan rahmatNya serta surganya. Mudah-mudahan kita dijadikan oleh Allah sebagai orag yang sabar.

Semoga bermanfaat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.