Jangan melupakan bagian dari kehidupan dunia

2
2738
Penulis : KH. Yayat Nurul Hidayat ( kang Anom )

Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Barokah Jl. Cilandak Kp. Cilandak Kel. Sarijadi Kec. Sukasari Kota Bandung, penulis merupakan alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya tahun 1997, dan sebagai perintis awal Ponpes Darut Taubah yang berada di eks lokalisasi saritem Bandung

Beritalangitan.com – pembaca setia beritalangitan.com dimanapun saja berada, Dalam hidup ini kita tentu memiliki berbagai macam kesibukan setiap harinya, baik itu mencari nafkah, menuntut ilmu dan lain sebagainya. Kesemuanya itu kita lakukan untuk bekal kita hidup di dunia. Bekerja memang sudah menjadi keharusan atau kewajiban setiap orang, namun jangan sampai kita lupa akan kepentingan kehidupan kita diakhirat nanti sesudah kita mati. Allah berfirman yang artinya : Qs. Al- Qashas (28) : 77

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagian) dinegeri akhirat. Dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi. Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan atau keonaran dipermukaan bumi ini”.

Begitu juga Nabi Muhammad Saw bersabda, artinya :

“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup untuk selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok”. ( HR Thirmidzi )

Agama Islam menganjurkan umatnya untuk bekerja mencari kebahagiaannya di dunia, namun tidak boleh melupakan kehidupan akhirat yang lebih kekal. Maka untuk itu kita dituntut hidup secara seimbang. Artinya tidak hanya mengejar kenikmatan duniawi semata, namun juga kita harus mengumpulkan bekal untuk kehidupan kita sesudah mati nanti. Dan didalam bekerja mencari nafkah hendaklah kita mencari rejeki yang halal. Al Qur’an dengan tegas melarangnya untuk mencari harta yang tidak halal. Allah berfirman, artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta dengan jalan yang bathil yakni harta yang haram, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku suka sama suka atau saling ridho diantara kamu, dan jangan kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah maha penyayang kepadamu”. Qs. An-Nisa (4) : 29

Kita jadikan hidup kita ini seimbang yaitu mencari bekal dunia dan akhirat untuk mencapai kebahagiaan kita, terutama kebahagiaan akhirat yang abadi. Kita gunakan waktu dan kesempatan yang kita miliki sekarang ini dengan sebaik-baiknya, jangan sampai kita menunda-nunda pekerjaan yang sekiranya bisa kita kerjakan sekarang. Rasulullah bersabda, artinya :

“Pergunakan lima kesempatan (digunakan terutama untuk beribadah), sebelum datang lima kesempitan”. ( HR : Al – Hakim )

  1. Gunakan kesempatan sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Digunakan untuk beribadah, karena ibadah diwaktu sakit banyak halangannya.
  2. Gunakan kesempatan diwaktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu.
  3. Gunakan kesempatan masa mudamu sebelum datang hari tuamu.
  4. Gunakan kesempatan kayamu sebelum datang masa fakirmu.
  5. Gunakan kesempatan waktu hidupmu sebelum datang kematianmu.

Demikianlah anjuran Nabi kita Muhammad Saw kepada umatnya agar memanfaatkan waktu yang diberikan Allah swt kepada kita dengan sebaik-baiknya untuk melaksanakan ibadah kepada- Nya. Sebab waktu dan kesempatan yang kita miliki tidak akan kembali lagi dan Allah memerintahkan kepada hambanya apabila sudah selesai menyembah kepadanya yakni beribadah, untuk segera bekerja karena tidak hanya berpangku tangan saja menunggu rejeki turun dari langit. Allah berfirman, artinya : 62 : 10

“Maka ketika selesai melaksanakan ibadah shalat, menyebarlah / beretebarnalah kamu dimuka bumi, dan carilah karunia (rejeki) Allah, dan ingatlah (dzikir) kepada Allah sebanyak-banyaknya. Semooga kamu memperoleh keberuntungan yakni kebahagiaan”. (QS : Al-Jumu’ah : 10 )

Dan apabila kita memperoleh uang atau harta yang banyak dari hasil kita bekerja hendaklah jangan lupa untuk beramal soleh dengan mengeluarkan zakat dan sodaqohnya sebagai wujud syukur kepada Allah, karena kita harus mensyukuri nikmat yang diberikan kepada kita. Dengan begitu Allah akan menambah nikmat tersebut dan mudah-mudahan Allah menjadikan kepada kita semua hamba-hamba yang selalu bersyukur atas nikmat Allah Swt yang telah diberikan kepada kita amin. Sebaik – baik manusia adalah manusia yang bersyukur atas nikmat Allah. Wassalam

Semoga bermanfaat

 

Edt : Lukman

2 KOMENTAR

  1. Komentar: bagaimana gambaran keseimbangan dalam mencari kehidupan dunia dan akhirat..? Mohon penjelasan dan contohnya kiyai?

    • Assalamu’alaikum Akhi Abu Hisyam… Mohon maaf sebelumnya untuk pertanyaan yang diajukan baru sempat dijawab sekarang, karena untuk bertemu Ustadz Yayat (Narasumber) baru ada waktu minggu ini.

      Demikian jawaban Pak Ustadz Yayat :

      Keseimbangan dalam mencari dunia dan akherat dalam arti jangan meninggalkan mencari kehidupan dunia, karena kita hidup di dunia untuk jadi ladang ibadah kepada Allah dan jangan meninggalkan bekal untuk nanti di akherat karena kita akan kembali ke alam akherat yang abadi, jangan sampai fokus mencari dunia lupa akherat, begitu juga kita fokus untuk mencari akherat meninggalkan untuk mencari dunia, tapi yang jadi prioritas ialah mencari bekal akherat untuk kebahagiaan di akherat yang abadi. sekian

      Mudah-mudahan bermanfaat.

      Terimakasih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.