Tanda – Tanda Diterimanya Ibadah Shalat

0
2604

Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Barokah Jln. Cilandak Kp. Cilandak Kel.Sarijadi Kec. Sukasari Kota Bandung, penulis merupakan alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya tahun 1997, dan sebagai perintis awal Ponpes Darut Taubah yang berada di eks lokalisasi saritem Bandung

Beritalangitan.com – Pembaca setia beritalangitan.com, Setiap amal yang kita lakukan atau yang kita perbuat akan dihisab oleh Allah Swt di yaumil akhirat nanti. Dan amal yang pertama dihisab dari berbagai amal adalah amal ibadah shalat. Sebagaimana Rasulullah Saw telah bersabda, artinya :

“Sesungguhnya pertama kali yang akan dilihat atau dihisab dari amal seorang hamba pada hari kiamat adalah ibadah shalat, bila ditemukan ibadah shalatnya sempurna maka diterimalah shalat dan seluruh amalnya, apabila ditemukan shalatnya kurang yakni tidak baik maka ditolaklah shalatnya dan seluruh amalnya”. ( HR. Atabrani )

Dari hadist ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pada hari kiamat nanti kita akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah tentang ibadah shalat kita, karena perkara yang pertamakali dihisab adalah masalah ibadah shalat. Untuk itu kita sebagai kaum muslimin, hamba-hamba Allah hendaknya kita berusaha menjaga ibadah shalat dengan sebaik-baiknya dan sesempurna-sempurnanya. Sehingga shalat yang kita lakukan  dapat diterima oleh Allah Swt.

Masalah ibadah shalat merupakan urusan hamba dengan penciptanya, diterima atau tidaknya shalat seseorang hanya Allah yang mengetahuinya tetapi bisa diketahui dari ciri-cirinya atau tanda-tandanya sebagaimana dalam hadist kudsi yang diriwayatkan oleh Imam Al Bazar dari sahabat Abdullah bin Wahid Al Harani, Rasul telah bersabda, Artinya :

“Sesungguhnya aku (Allah) hanya menerima shalat seseorang yang bersifat tawadlu karena keagunganKu dan tidak mencela makhlukKu dan tidak membiasakan maksiat dan durhaka kepadaKu dan menghabiskan waktu siangnya untuk berdzikir kepadaKu dan mengasihi orang-orang miskin dan ibnu sabil dan kepada janda janda miskin dan mengasihi pada orang-orang yang tertimpa musibah”.

Dari hadist kudsi ini dapat disimpulkan bahwa orang yang diterima shalatnya oleh Allah Swt, memiliki ciri-cirinya atau tanda-tandanya. Diantara tanda-tandanya adalah :

  1. Pertama, tanda orang yang shalatnya diterima yaitu sikapnya selalu tawadhu karena keagungan Allah, rendah diri terhadap sesamanya, tidak sombong dan selalu mengagungkan kebesaran Allah, patuh terhadap segala aturan-aturan yang ditetapkan oleh Allah Swt dan rendah hati dan tidak angkuh.
  1. Kedua, tanda orang yang shalatnya diterima yaitu tidak suka menyakiti orang lain baik melalui perbuatan maupun ucapannya yakni selalu berbuat baik sesama makhluk Allah.
  1. Ketiga, tanda orang yang shalatnya diterima yaitu berhati-hati dan menjauhi dari perbuatan maksiat, takut melanggar syariat agama, takut berbuat dhalim terhadap orang lain.
  1. Keempat, tanda orang yang shalatnya diterima yaitu selalu berdzikir kepada Allah Swt, baik pada waktu siang maupun malam, menyempatkan diri untuk berdzikir kepada Allah Swt meskipun urusan dunianya sangat sibuk.
  1. Kelima, tanda orang yang shalatnya diterima yaitu memiliki jiwa belas kasihan terhadap orang-orang fakir miskin, ibnu sabil, dan janda-janda miskin, dan kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
  1. Keenam, tanda orang yang shalatnya diterima adalah orang yang mengasihi saudaranya yang tertimpa musibah, memiliki rasa belas kasihan kepada yang mengalami penderitaan.

Maka dengan enam inilah kita bisa melihat tanda-tanda orang yang diterima shalatnya oleh Allah Swt, yakni shalat yang makbul.

Dan Allah pun telah berfirman dalam Al Qur’an, artinya :

“Sesungguhnya shalat akan mencegah dari perbuatan keji dan munkar, dengan shalat yang baik akan menumbuhkan budi pekerti yang baik”.

Melaksanakan shalat lima waktu sehari semalam adalah perintah pokok dalam ajaran agama Islam, sehingga tidak salah kalau Nabi Muhammad menyebut shalat sebagai tiang agama, artinya : HR Al Baihaki

“shalat adalah tiang agama, barangsiapa menegakkan shalat berarti menegakkan agama, barang siapa yang meninggalkan shalat berarti meruntuhkan agama”. Didalam hadist lain Rasul bersabda, artinya :

“Barang siapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja, maka kufur secara terang-terangan”. Naudbillahimindalik. HR Thabrani, Annas, waisnaduhuhasanun

Dijaman sekarang ini banyak orang sudah berani meninggalkan shalat yang lima waktu karena sibuk mengurusi duniawi dan lain-lainnya. Maka kita sebagai orang mukmin, orang yang beriman  kepada Allah hendaklah kita menjaga, memelihara ibadah shalat jangan sampai kita meninggalkannya. Shalat adalah merupakan sarana media berkomunikasi secara langsung antara seorang hamba dengan penciptanya yakni Allah Swt. dengan melaksanakan shalat berarti orang tersebut memilikikeimanan dan ketakwaan terhadap Allah Swt. mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita semua.Amiin

Semoga bermanfaat,

Edt : Lukman / didi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.