Memanfaatkan Peluang

0
134
Ilustrasi melihat peluang (gambar: freepik)

Oleh : Dinar Y

2 Tahun terakhir dunia perekonomian mengalami krisis dari berbagai sisi. Ini tidak lain adalah dampak dari kebijakan PPKM diawal pandemi  yang berkepanjangan.Tidak sedikit pengusaha yang terpaksa harus merumahkan para pekerjanya untuk sementara waktu atau  bahkan keputusan pahit PHK pun harus diambil. Guna menyeimbangkan kondisi perusahaan yang semakin tidak stabil antara pemasukan dengan cost produksi.

Namun tidak sedikit pengusaha yang semakin berjaya selama pandemi berlangsung. Karena para pengusaha ini cerdas dalam melihat peluang. Itulah typologi pengusaha sejati. Melihat peluang dari berbagai sisi. Bukan hanya pada satu sisi. Seperti halnya pohon kelapa, dari akar hingga ujung daun, dapat menjadi bermanfaat bahakan bernilai jual tinggi karena seseorang dapat melihat peluang dalam 1 batang pohon kelapa.

Dunia E-commerce yang semakin bergeliat akibat banyaknya penutupan toko, outlet bahkan Mall. Menjadikan orang-orang terpaksa berbelanja melalui media online, pengiriman yang melibatkan jasa ekspedisi maupun jasa kurir Online.

Pengusaha UMKM baik Fashion, Food juga Home Decor, yang tadinya mengalami penurunan omset diawal pandemi, dipertengahan hingga sekarang ini sudah mulai merasakan stabil kembali. Ini tidak lepas daripada cerdasnya para pengusaha dalam melihat peluang usaha.

Firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 286 mengatakan:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Seorang muslim wajib ber-Husnudzon kepada Allah, atas apa yang terjadi pada dirinya dan lingkungan sekitarnya. Tidaklah sesuatu terjadi tanpa Allah jadikan pelajaran kepada hamba-hambanya yang berfikir. ********

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.