Bolu Tape Miss Lily, “Dengan Sedekah Rezeki Yang Kita Dapat Akan Berkah”

0
208

Cianjur, beritalangitan.com – Tape Singkong (Peuyeum.Red) merupakan salah satu makanan khas Jawa Barat yang cukup familiar. Namun Tak banyak jenis olahan kuliner dari makanan ini apalagi dijadikan bolu. Dengan memasukkan tape (peuyeum) sebagai bahan utama bolu tentu akan memberikan citarasa khas berbeda dari bolu pada umumnya. Dan alah satu outlet di Cianjur yang menyajikan olahan bolu tape adalah Bolu Tape Miss Lily yang terletak di Bojong, Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Outlet Bolu tape Miss Lily mulai dirintis di tahun 2018, “pada saat itu kami sekeluarga baru pulang dari Tanah Suci. Dalam perjalanan pulang ke Cianjur kami sekeluarga melihat pedagang tape yang sedang berjalan di jalanan Cianjur, awalnya karena kasihan membeli 2 kg tape untuk dijadikan oleh-oleh di rumah”ujar Lily Suherly pendiri bolu Miss Lily.

Di Cianjur ini produksi tapenya cukup banyak dan rasanya enak, akhirnya Ia memiliki ide untuk membuat bolu dari bahan dasar tape (peuyeum) lalu di tawarkan ke saudara dan teman-teman, dan sempet jual online juga dan responnya cukup bagus, banyak peminatnya juga.

Mengikuti saran dari temannya, Lily mencoba buka outlet kecil kecilan dengan membuat etalase di rumahnya. Semakin lama pesanan semakin banyak, selain tape bahan baku dari pisang juga disulap jadi bolu pisang dengan varian rasa dan toping coklat, keju, kismis dan lain-lain.

“Alhamdulillah respon dari konsumen bagus, konsumen yang beli bolu tape kebanyakan dari kalangan pegawai kantoran dan pengendara roda empat terutama orang cianjur” Paparnya. Akhirnya produksi bolu tape di perbanyak lagi dan etalasenya di tambah hingga setiap harinya dapat memproduksi bolu sebanyak 5 sampai 8 loyang, atau sekitar 35 bolu per harinya dari satu produk saja.

“Saya membuka usaha ini dengan niatan ibadah kepada Allah untuk mencari rizki, saya ingin membantu suami mencari rizki yang halal dan baik dengan berdagang di rumah, karena katanya seorang istri itu lebih baik diam di rumah, alhamdulillahnya orderan semakin bertambah terus dan berkembang hingga sekarang”.

Cukup banyak tantangan yang dihadapi, awal-awal sempat bolu tape ini tidak laku, soalnya bolu tape ini hanya bertahan tiga hari saja karena bahan-bahannya sama sekali tidak menggunakan pengawet, pemanis buatan atau pewarna buatan, semuanya alami dan sehat, dan kendala yang kedua adalah bahan baku (tapenya) pas tidak ada karena musiman.

“Kalau bolunya tidak habis, biasanya saya potong-potong trus di oven kembali sampai kering (bolu kering) lalu saya bagi-bagikan ke pesantren-pesantren, pemulung atau pengemis di sekitar rumah saya, karena kalau dijual kurang menguntungkan, jadi lebih untung kalo saya sedekahkan, jadi tidak ada yang mubazir, semuanya disedekahkan kalau emang ada sisanya. kadang saya sedekahkan bolu-bolu yang baru, jangan takut dengan sedekah, karena sedekah tidak mengurangi rizki kita, justru sebaliknya rezeki itu akanmembuka pintu rezeki ujarnya”.

Selain olahan bolu disini ada juga produk yang lainnya, seperti keripik basreng, sistik, kue-kue lebaran dan produk-produk dari temen-temen UMKM lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.