Haji Mardi Soemitro: “Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”

2
2762
H. Mardi soemitro, Pengusaha Muslim Master Group di Bali.

Bali, 29/1 (beritalangitan.com) – H. Mardi Soemitro (43), seorang pengusaha muslim yang bergelut di bidang Gym beralamat di Graha Master Pakerisan no. 77 a, Denpasar Bali. Perusahaan ini tergabung dalam Master Group, yang terdiri atas tiga usaha diantaranya Master Fitnes (penjualan alat fitnes), Master Gym (tempat fitnes umum), Hawa Gym (fitness khusus perempuan), Adam Gym (fitness khusus pria).

Perusahaan yang bergerak dibidang kebugaran dibangunnya sendiri terhitung sejak tahun 2001, kini telah memiliki lima puluh cabang. Pengembangan bisnisnya dimulai dari Bali, Lombok, Jakarta, dan Bandung.

Mardi dikenal sebagai orang yang memiliki mimpi besar. Namun, bukan hanya sekedar bermimpi, Mardi memiliki kegigihan besar untuk mewujudkannya. Master Group, perusahaan yang membawahi Master Gym dan Hawa Gym ini merupakan salah satu bentuk realitas dari perwujudan mimpi Mardi semasa masih menjadi sales peralatan fitnes,“Inshaallah saya siap mewujudkan mimpi besar yang telah di tata sejak dulu, yakni memiliki seribu cabang, baik master Gym, Hawa Gym, Adam Gym maupun Master Fitnes di tahun 2025, Ujar Mardi Soemitra.

Selain itu, Mardi juga merubah mindset serta terus memberikan motivasi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada timnya. Saat membuka semua usahanya, Mardi mempunyai filosofi tersendiri bagi usahanya. Menurutnya, membangun bisnis sama halnya seperti membangun peradaban. Karena itu lewat bisnisnya Mardi ingin menebar banyak kebaikan dan bermanfaat. Selain itu, ia juga terus memotivasi tim untuk memperbaiki perilakunya agar sesuai dengan ajaran islam, seperti salat, puasa, dan mengkaji Al-qur’an. Bagi non muslim, Mardi memberikan motivasi secara Universal, baik dari sisi akhlaknya, attitude, maupun perilaku.

Sebagai seorang pengusaha muslim, Mardi menyampaikan konsep Islam itu sangat menjawab problematika manusia yang ada di dunia ini baik muslim mayoritas maupun muslim minoritas, namun yang jadi masalah adalah manusianya sendiri bukan konsep Islamnya.

Lebih nikmat beribadah ditempat yang minoritas daripada di tempat mayoritas dan ibadah di Bali itu penuh dengan tantangan dan rintangan itu merupakan suatu kenikmatan dari Allah SWT agar muslim di Bali dituntut untuk istiqomah dalam mempertahankan keimanannya.

Selain itu, kalau kita ingin menjadi orang  sukses maka rumusnya adalah “kita harus menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan harus diyakini bahwa Allah itu memberi sesuai dengan prasangka hambanya,” tutup Mardi kepada tim lipsus beritalangitan.com.

(tim lipsus beritalangitan.com)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.