Hilangnya Keberkahan Harta

0
1069

Oleh : Yusandi

Semua manusia yang hidup di muka bumi ini diberi rezeki oleh Allah swt selama masa hidup nya, rezeki itu tidak selalu berbentuk uang. Akan tetapi hampir masyarakat hari ini menganggap bahwa rezeki itu uang, maka sering sekali terdengar ucapan “aduh hari ini saya cuma mendapat rezeki 50 ribu “. Nah dengan bersikap seperti itu kita melupakan hal – hal yang berkaitan dengan rezeki yang sangat besar, seperti nikmat sehat, bernafas, bergerak dan masih banyak lagi. Semua itu merupakan salah satu rezeki tidak ternilai harganya yang Allah swt berikan kepada kita sebagai manusia.

Dalam proses penjemputan rezeki itu, Tanpa disadari, kita sering melakukan hal – hal yang kurang baik terkadang curang dan tidak jujur dalam menjemput rezeki, itu semua mengakibatkan hilangnya keberkahan dalam harta kita, dengan otomatis ketika kita memakan harta yang tidak berkah itu sama dengan memakan barang haram. Jarang sekali diperhatikan oleh manusia hari ini yaitu proses mendapatkan rezeki tersebut, saat ini banyak orang yang sudah mengenal soal barang – barang haram dan menghindarinya tetapi tidak memperhatikan cara mendapatkan rezekinya. Jadi banyak manusia hari ini terjebak oleh zat – zat haramnya, tetapi tidak pernah peka terhadap proses mendapatkan hartanya.

Hampir semua manusia hari ini terjebak oleh produk kaum kapitalis yaitu RIBA, musuh – musuh Allah swt saat ini menghancurkan islam bukan memerangi secara fisiknya tetapi mereka menghancurkan nilainya. Seperti memasukan zat – zat haram kepada produk makanan dan suap menyuap ketika masuk dalam ruang lingkup pekerjaan dan menghalalkan segala cara dengan RIBA. Seperti apa yang di gambarkan dalam Qs Al-Baqoroh : 275

” – Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

Tidak akan ada kebahagian apalagi keberkahan ketika mengambil dan memakan riba walaupun hartanya seluas hamparan bumi dan sedalam lautan, mengapa demikian….? Banyak dari manusia sudah lupa dan tak yakin akan pemilik kebahagian dan keberkahan yaitu Allah swt, buktinya dengan berbondong – bondong manusia hari ini menggulirkan riba.

Kebahagian dan keberkahan itu ada dalam kualitas iman, islam yang kaffah dan hati yang bersih, selama manusia mengisi hatinya dengan Tauhid Insyaallah kesulitan, kekurangan harta tidak akan mempengaruhi kualitas penghambaan terhadap sang RAJA. “Jalanilah hidup ini, tunaikan semua rencana – recana yang telah di goreskan dalam hati, semua merujuk dan bermuara hanya kepada sang RAJA disitulah ada keberkahan dan kebahagian hidup di Dunia.”

Yusandi : Pengasuh kolom mu’ammalah beritalangitan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.