Bersedekahlah! Sebelum Sedekah Anda Tidak Ada yang Mau Menerimanya

Oleh : Andriansyah

0
71

Bersedekahlah, karena di akhir zaman nanti tidak ada lagi orang yang mau menerima sedekah, meskipun kita menawar-nawarkannya bahkan dengan emas sekalipun, mereka akan tetap menolaknya.

Rasulullah bersabda, “Bersedekahlah, sebab kelak akan datang kepada kalian suatu zaman yang seseorang berjalan keliling membawa sedekahnya tetapi ia tidak menemukan seorang pun yang mau menerimanya. Kemudian ada seseorang yang berkata: Seandainya engkau datang membawanya kemarin pasti aku akan menerimanya. Adapun hari ini, aku tidak lagi membutuhkannya” (HR.Bukhari)

“Pasti akan datang kepada umat manusia suatu zaman: seseorang berkeliling membawa sedekah dari emas kemudian ia tidak menjumpai seseorang pun yang mau menerimanya. Dan akan tampak satu orang laki-laki diikuti oleh 40 orang wanita yang mencari perlindungan kepadanya karena sedikitnya jumlah kaum laki-laki dan banyaknya kaum wanita” (HR.Bukhari)

“Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga harta menjadi banyak dan melimpah di tengah-tengah kalian. Sampai-sampai si pemilik harta berharap akan adanya orang yang mau menerima sedekahnya, bahkan ia harus menawar-nawarkannya. Namun orang yang ditawari mengatakan: Aku tidak membutuhkannya.” (HR. Bukhari)

Saat ini, selagi udara masih dapat terhembus dari tubuh kita. Harta benda masih ada dalam kehidupan kita, bahkan masih banyak orang yang kekurangan dan akan dengan senang hati menerima sedekah kita. Tidak ada alasan bagi diri ini untuk merasa enggan dalam bersedekah.  Kita tidak tahu, hingga kapan kita masih hidup di dunia. Kita tidak tahu, sampai kapan kita masih memiliki kesempatan untuk menambah perbekalan untuk kehidupan di akhirat. Saat ini masih banyak jalan yang terbuka lebar untuk menyedekahkan sebagian harta.

Suatu saat nanti, semua harta yang telah kita usahakan, sesuatu yang kita kejar sejak pagi hingga malam. Semuanya akan lenyap dan hilang dari pandangan kita. Bahkan diri ini tidak memiliki kuasa atau hak sedikitpun terhadap apa yang telah kita tinggalkan.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab:

“Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, “Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.” Padahal telah menjadi milik si fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.