N Y A M U K (bagian 1)

0
336
Ilustrasi Nyamuk (Sumber:minanews.net)

Catatan : Suprio G.

“Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang- orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Rabbnya. Tetapi mereka yang kafir berkata “Apa maksud Allah dengan perumpamaan itu?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang dibiarkan sesat, dan dengan perumpamaan itu banyak (pula) orang yang diberikan petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan itu), selain orang-orang fasik”. (Qs Al Baqarah: 26)

Bagi orang-orang orang yang beriman, apa yang ada di langit maupun di bumi adalah ciptaan Allah- yang semuanya tiada yang sia- sia. Pada mahluk  maupun fenomena yang ada di langit dan di bumi itu terdapat  tanda-tanda kebesaran Allah yang memberikan manfaat bagi manusia. Apakah itu berupa rizki, petunjuk maupun pelajaran (ilmu pengetahuan) yang amat berharga bagi manusia. Maka, sekecil apapun dan sesedarhana apapun ciptaan Allah, termasuk nyamuk, tidak boleh diremehkan. Karena banyak hal yang bisa dipelajari dan dicermati dari nyamuk tersebut untuk kemajuan peradaban manusia.

Namun bagi orang kafir, ketika Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan mereka cenderung meremehkan, mungkin saja (nyamuk) dipandang terlalu sederhana dan kurang berarti dalam kehidupan. Mereka sombong, menganggap nyamuk sesuatu yang tidak perlu dipikirkan, sehingga mereka menanggapi sinis terhadap firman Allah tersebut, sehingga mereka berkata “Apa maksud Allah dengan perumpamaan itu?” Disatu sisi mereka meremehkan ciptaan Allah.  Dilain sisi mereka sangat membanggakan dan mengagumi ciptaan manusia. Sebagai mana tabiat kaum Tsamud (kaumnya Nabi Saleh) yang amat membanggakan karya – karya arsitektur mereka.

Memang kaum Tsamud diberikan karunia oleh Allah  berupa keahlian dibidang arsitektur, teknik bangunan dan seni pahat. Sehingga mereka mampu membangun rumah- rumah dan istana yang megah nan indah  di bukit- bukit. Namun mereka tidak menganggap penting ciptaan Allah. Mu’jizat Nabi shaleh berupa Unta mereka anggap remeh. Pesan Allah agar mereka tidak mengganggu Unta itu, namun tidak mereka gubris. Bukan hanya sekedar mengganggu, bahkan Unta itu sengaja mereka bunuh, dagingnya mereka masak, lalu mereka berpesta pora.

* Perilaku kaum Tsamud yang melampui batas tersebut mengundang kemurkaan Allah

Gempa bumi besar yang datang tiba-tiba, meluluhlantakkan seluruh bangunan – bangunan dan istana megah yang mereka banggakan hanya dalam waktu singkat. Mayat mereka begelimpangan di atas tanah tertindih bebatuan.

Meski secara fisik, kaum Tsamud telah binasa, namun karakter dan tabiat Tsamud hingga kini masih ada, bahkan makin berkembang dalam fikiran manusia modern. Mereka amat membanggakan dan mengagumi ciptaan manusia, seperti bangunan yang megah, mobil mewah, pesawat supersonic, dll. Sehari- hari waktu mereka lebih banyak tersita untuk memikirkan uang, rumah, kendaraan, dan lebih asyik dengan gadget ketimbang merenungkan ciptaan Allah dan tanda-tanda  kekuasaan-Nya (BERSAMBUNG)…    

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.