N Y A M U K (bagian 5)

0
225
Serai Wangi (Foto: Pixabay)

Catatan: Suprio G.

* Melumpuhkan Sistem Navigasi Nyamuk

Setelah sekitar seminggu tinggal di rumah anak saya di Bandung, saya berencana pulang ke Bali, karena seminggu lagi saya mesti ke Banggai- Sulawesi Tengah. Sebelum pulang ke Bali saya sempatkan mampir ke Bogor, “sowan” ke guru saya, pak Muhammad Ramzi Salim. Untuk meminta ilmu bagaimana cara menghadapi serangan nyamuk. Pengalaman saya 2 bulan lalu saat menginap di Guest House yang ada di tengah perkebunan sawit selama 2 malam, sempat dibuat bulan- bulanan oleh serangga ini.

* Muhammad Ramzi Salim adalah Ketua Dewan Atsiri Nasional

Beliau di lahirkan di Jeddah- Arab Saudi. Ayahnya seorang saudagar. Saat menginjak remaja, Pak Ramzi harus mengikuti orang tuanya pindah ke Baghdad. Tapi saat orang tuanya kembali lagi ke Arab Saudi, dia memilih bertahan di Baghdad untuk melanjutkan studinya di Universitas Baghdad. Beliau kuliah di Fakultas Teknik Industri dan mendalami industri atsiri.

Di abad pertengahan, Baghdad merupakan pusat peradaban dunia. Sebagai pusat pengembangan, Ilmu pengetahuan dan Telnologi. Pusat pendidikan, budaya dan seni. Di era Daulah Abbasiah, hidup seorang ilmuwan yang berhasil menemukan teknologi destilasi, yakni Jabbir Ibnu Khayyan. Setamat kuliah, Pak Ramzi merantau ke Indonesia, dan mengembangkan bisnis atsiri. Beliau paham benar, Indonesia adalah gudangnya atsiri dunia.

Beliau menetap di Indonesia dan menikahi gadis Solo yang juga salah satu peneliti di BALITRO (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat), lalu menjadi WNI. Di bidang atsiri, Pak Ramzi adalah guru saya, sebaliknya, dalam urusan mikroba, Pak Ramzir yang belajar pada saya. Dalam bidang atsiri, Pak Ramzi memiliki reputasi yang luar biasa. Dia berhasil membuat alat destilator untuk memproduksi minyak melati (jasmine oil) dan minyak mawar (rose oil) dengan kualitas tinggi. Karyanya itu telah mengangkat nama Indonesia di Eropa sebagai penghasil atsiri kelas atas. Untuk jasmine oil produksi Pak Ramzi saat ini laku di Eropa dengan harga sekitar Rp 200- 300 juta, sedang untuk rose oil harganya bisa tembus 400- 500 juta per liter.

Pelanggan hasil parfumnya adalah para selebrity Eropa papan atas. Seperti Yulia Robert, Phenolipe Chruze, Edwid Fenect dll. Tidak berlebihan jika para pebisnis, dan para industriawan atsiri di manca negara menjulukinya “Jabbir Ibn Khayyan”nya Indonesia. Tidak salah pula bila para industriawan dan pebisnis atsiri di tanah air mempercayai Ramzi sebagai Ketua Dewan Atsiri Nasional.

“Apakah ada minyak atsiri yang dapat melumpuhkan sistem navigasi nyamuk bang? Soalnya saya akan berada di tempat yang banyak nyamuk.” Saya langsung ajukan pertanyaan padanya saat bertemu dirumahnya. Pak Ramzi diam sejenak. menengadah keatas, mengingat-ingat sesuatu.

“Ada pak Gun. Senyawa yang bisa mengacaukan penciuman dan radar nyamuk itu namanya Chitronella. Itu terdapat pada minyak seraiwangi” Ujarnya.

“Waktu berangkat ke Banggai nanti bawalah bekal serai wangi dan lemon.” tambah beliau.

“Tolong jelaskan cara penggunaannya bang” pinta saya. Lalu pak Ramzi menjelaskan sbb:

1. Ambil sebatang serai wangi. Pangkal batangnya diruncingkan dengan pisau. Bagian atas dan tengan batang dipukuli (dengan batu atau palu) agar pecah.

2. Belah buah lemon dengan pisau, lalu tusukkan pangkal batang serai wangi ke dalam belahan buah lemon

3. Ikat buah lemon dengan tali, agar bisa menjepit batang serai dengan kuat. Taruh benda tersebut disekitar tubuh kita waktu tidur.

Batang serai akan mengelurkan senyawa Chitronella yang akan membuat penciman nyamuk tidak sensitif dan akan bersenyawa dengan gas CO2 yang kita keluatkan saat bernafas, sehingga aroma karbondioksida akan berubah, yang membuat nyamuk bingung dan tidak mampu mendeteksi keberadaan kita. Lemon akan mendorong pancaran Chitronella sehingga akan menyebar pada area yg lebih luas, sehingga zona “bebas gigitan nyamuk” menjadi lebih luas. Apalagi jika kita bisa tempatkan serai dan lemon lebih dari satu, tidur kita akan bisa makin pulas. Saya sudah coba resep ini dan memang saya bisa tidur pulas, memang masih ada 1-2 kali gigitan nyamuk, tetapi tidak sebrutal 2 bulan sebelumnya. (Tamat)…

BAGIKAN
Berita sebelumyaN Y A M U K (bagian 4)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.