Berselisih karena segelas kopi, Oray akhirnya meregang nyawa

1
1328
Ilustrasi

Sumedang, 19/2 (beritalangitan.com) – Dede Sunarya alias Ade Warkop (53) tersangka kasus pembunuhan terhadap  Amar Junadi  alias Oray (40), terpaksa kini mendekam di jeruji besi dengan ancaman hukuman yang cukup berat atas tuduhan pembunuhan terencana, hal tersebut terungkap berdasarkan identifikasi reka ulang yang di gelar oleh Polres Sumedang di tempat kejadian perkara yaitu Desa Legok Sumedang, Selasa 17/02/16.

Dari reka ulang  tersebut terungkap, kejadian bermula saat korban Amar Junadi mendatangi warung Ade Warkop hari sabtu tanggal 09 Januari 2016 sekitar pukul 20.15 dan langsung memesan kopi,  tersangka membuatkan kopi yang dipesan oleh si korban kemudian menyerahkannya, setelah menerima kopi korban menyerahkan uang yang digulung kepada tersangka.

Tersangka memasukan uang yang digulung tersebut ke laci warung milik tersangka tanpa melihatnya, kemudian korban menanyakan harga kopi sambil meniup dan meminum kopi, tersangka melihat gulungan uang yang diserahkan oleh korban kemudian membuka gulungannya tersebut dan diketahui sejumlah Rp 3000,- (tiga ribu rupiah) lalu tersangka Ade Warkop menyerahkan uang kembalian sebesar Rp 500,- kepada Oray (korban).

Korban marah-marah dan memaki  tersangka Ade Warkop dan bermaksud mengembalikan kopi, namun tangannya bertubrukan dengan Ade Warkop (tersangka) yang hendak menyerahkan uang kembalian sehingga kopi yang masih panas tersebut tumpah ke dada korban (Oray).

Oray (korban) marah kemudian memukul etalase rokok sampai terjatuh dan hampir menimpa Juju (istri tersangka) yang sedang tidur. Oray langsung meninggalkan warung kopi tersebut. Karena melihat hal demikian Ade Warkop sangat terpancing emosinya dan tidak bisa menahannya lagi.

Menurut pengakuan tersangka Ade Warkop “bahwa si korban adalah orang yang sering membuatnya merasa resah, selalu mengambil jajanan seenaknya. Lalu karena merasa tidak tahan dengan emosinya yang sudah memuncak Ade Warkop mengambil pisau belati kemudian keluar warung  namun korban ternyata sudah meninggalkan warungnya tersebut.

Penasaran lalu Ade mencarinya sampai ke pertigaan, tapi korban tetap tidak ditemuinya. Tersangka Ade berjalan kembali ke warung. Sampai di dekat warung tersangka mendengar suara berisik dari arah pintu belakang warung, Ade mengeluarkan kembali pisau belati dan bergegas menuju arah suara dari arah belakang warung.

Sampai dibelakang warung Ade Warkop melihat korban ada di pintu belakang, dan keduanyapun langsung berhadapan, Oray memukul tersangka dengan tangan kosong tetapi kalah cepat oleh tersangka yang langsung menusuk leher kiri korban, Oray menjerit “aduh” sambil mencoba mencabut pisau yang menusuk lehernya, kemudian korban lari ke rumah terdekat untuk meminta tolong sementara tersangka masuk kedalam warung untuk melihat keadaan warung.

Korban yang terluka tersungkur di bangku rumah tetangga itu didatangi kembali oleh Ade dan diancam akan dibunuh, tetapi setelah dilerai oleh tetangga akhirnya ade pulang kembali ke warungnya, korban kemudian dilarikan kerumah sakit, namun meski sudah mendapat pertolongan nyawa oray tak tertolong lagi, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Paseh, yang kemudian menjemput Ade untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (Beritalangitan.com KSPP/Wawan)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.