Bersiap Meramaikan Pesta Buku Islam

0
885
Peluncuran Islamic Book Fair (IBF) 2016. Ketua Panitia IBF 2016 M Anis Baswedan (kedua kiri) memberikan penjelasan saat Peluncuran Islamic Book Fair (IBF) 2016 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (19/11). Pameran buku Islam atau Islamic Book Fair (IBF) 2016 / Republika/Wihdan Hidayat

JAKARTA, 22/2 (beritalangitan.com) — Pesta buku Islam terbesar di Indonesia, Islamic Book Fair (IBF) 2016 sebentar lagi akan digelar pada 26 Februari sampai 6 Maret 2016 di Istora Senayan Jakarta. Para penerbit buku saat ini tengah sibuk menyiapkan diri untuk meramaikan pameran buku Islam terbesar se-Asia tersebut.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Republika Penerbit tahun ini juga turut serta menyajikan buku-buku terbaiknya di IBF. Kali ini Republika Penerbit hadir dengan konsep yang lebih menarik.

“Republika Penerbit tentu akan ikut meramaikan dengan berbagai macam buku dan produk yang akan ditampilkan, baik stok lama atau buku terbaru,” kata General Manager Republika Penerbit Syahruddin El-Fikri, Selasa (16/2).

Menurutnya, tahun ini buku terbaru Republika Penerbit sangat banyak, ada buku best seller seperti buku Rindu, Pulang dan buku Bidadari Surga karya Tere Liye. Selain itu, ada juga novel Ayat-Ayat Cinta satu dan dua, Api Tauhid, dan novel Ketika Cinta Bertasbih Dua karya Habiburrahman El-Shirazy.

Tak hanya itu, Republika Penerbit juga akan menghadirkan buku-buku karya Buya Hamka, karya Nasaruddin Umar, dan juga buku-buku terjemahan seperti Ihya’ Ulumuddin. “Yang menjadi andalan pastinya ada dalam tiga kategori, kita akan hadirkan buku anak, novel, dan buku agama,” ucapnya.

Dari setiap kategori itu, kata dia, Republika Penerbit akan menampilkan buku yang benar-benar sedang dibutuhkan oleh masyarakat. Seperti dalam kategori buku anak, ada buku Darel dan Fredi dan buku Aku Bangga Menjadi Muslim. Kedua buku tersebut, kata dia, dipersembahkan untuk anak-anak Muslim Indonesia.

Diskon Hingga 70 Persen

General Manager Republika Penerbit Syahruddin El-Fikri, untuk kategori buku agama nantinya juga akan disediakan buku Tasawuf Modern karya Nasaruddin Umar, ada buku Falsafah Hidup, Lembaga Hidup dan Lembaga Budi karya Buya Hamka, serta buku Cahaya Abadi Muhammad karya Muhammad Fethullah Gulen.

Menurut Syahruddin, IBF memang merupakan pameran buku khas keislaman. Hal ini sesuai dengan buku-buku yang diproduksi Republika Penerbit. “Buku anak misalnya, isinya juga tentang nilai-nilai agama, begitu juga dengan novel. Jadi, buku-buku agama sudah pasti,” ucapnya.

Menurut Syahruddin, di stan Republika nantinya akan diberikan diskon yang cukup menarik buat para pengunjung. Ia berharap masyarakat bisa hadir ke tiga stan Republika Penerbit.

Nomor stan pertama yaitu SP 1 sampai 3, yang ada di pintu utama pameran, stand 131 sampai 132 di bagian belakang, dan satu lagi ada di stan nomor 28. “Insyaallah nanti diskonnya mulai dari 20 persen sampai 70 persen,” ujarnya

Untuk memuaskan para pengunjung, Republika Penerbit juga telah menentukan tiga waktu untuk mengisi acara di panggung utama IBF 2016. Pertama, pada tanggal 28 Februari pukul 12.30, Republika Penerbit akan menggelar launching dan bedah buku, Rumah Lentera dan Sebelas Bintang karya Mahdafi.

Kemudian hari Sabtu, 5 Maret pukul 12.30 juga akan mengadakan acara bedah buku Ayat-Ayat Cinta 2 Habiburrahman El-Shirazy.

Untuk hari terakhir pameran, Republika Penerbit juga akan membedah buku berjudul Pulang karya Tere Liye. “Di sela-sela acara itu nanti juga akan ada penandatanganan buku oleh penulis-penulis,” katanya.

IBF, Upaya Mengenalkan Buku Islam

Terkait tren penjualan buku dari tahun ke tahun di era online ini, menurut Syahruddin, penjualan buku masih terus meningkat dan tingkat membaca masyarakat juga semakin membaik. Hal ini, kata dia, bisa dilihat dari jumlah pembelian buku di Republika Penerbit.

“Kalau dikalkulasi peningkatannya bisa 10 sampai 20 persen, artinya dari tahun ke tahun selalu meningkat, karena memang melalui pemesanan online itu juga lebih mudah,” jelas Syahruddin.

Di era online ini, masyarakat yang berada di daerah tertentu saat ini juga bisa mendapatkan buku yang diinginkan dengan praktis. “Kita ada situs online di www.republikapenerbit.com, dan www.bukurepublika.co.id,” jelasnya.

Menurut Syahruddin, IBF merupakan media yang cukup besar untuk mengenalkan buku-buku Islam kepada masyarakat. Karena itu, ia berharap jumlah pengunjung IBF terus meningkat dan bisa berkembang lebih besar lagi.

“Di Istora bahkan mungkin sudah tidak bisa menampung lagi, sehingga acaranya kita berharap juga semakin besar dengan kapasitas yang lebih besar pula,” katanya.

Pameran IBF, kata dia, sebenarnya merupakan pameran murah namun manfaatnya sangat besar. Ia berharap kedepannya IBF bisa membantu masyarakat di pedalaman agar bisa mendapatkan informasi serupa. “Nantinya tidak hanya dilaksanakan di Jakarta, tapi juga bisa menyebar ke seluruh Indonesia,” ucapnya.

IBF Harus Go Internasional

Tidak hanya Republika Penerbit, penerbit Dzikrul Hakim saat ini juga tengah menyiapkan diri untuk meramaikan pesta buku tahunan tersebut.

Direktur Oprasional Dzikrul Hakim, Amalia B Safitri mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa stand untuk memamerkan beberapa buku barunya, mengadakan acara bedah buku dan jumpa para penulis, serta akan mengadakan kampanye one day to write, yaitu kampanye menulis.

“Memang di IBF ini, kami sebagai potensi pasar yang baik. Kita juga sudah persiapkan jauh-jauh hari khusus pesta buku terbesar ini,” kata Amalia.

Amalia mengatakan, dalam meramaikan IBF tahun ini penerbit Dzikrul Hakim akan menyajikan buku tentang halal food dan akan meluncurkan buku-buku lainnya yang membahas tentang makanan.

“Kalau untuk tahun ini buku andalan kita halal food, buku Ustaz Yusuf Mansur, dan buku anak-anak, serta buku-buku motivasi,” ucapnya.

Di stan Dzikrul Hakim, kata dia, nantinya juga akan diberikan sejumlah diskon menarik. Untuk buku baru akan berdiskon 20 persen, dan untuk buku lama bisa sampai 70 persen. Tidak hanya itu, kata dia, Dzikrul Hakim juga akan banyak mengobral buku hingga kisaran harga Rp 5.000.

Menurut Amalia, Dzikrul hakim merupakan penerbit yang menyediakan sekitar 60 persen buku anak. Karena itu, kata dia, Dzikrul Hakim sangat fokus sekali menyediakan buku-buku anak yang berkualitas.

Amalia berharap untuk ke depannya IBF bisa go internasional, sehingga nanti bisa diramaikan dengan buku-buku luar juga. Menurutnya, IBF saat ini telah menjadi pameran buku terbesar di Indonesia, sehingga ia berharap cakupannya juga bisa lebih diperluas lagi. (die)

Sumber : republika.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.