Cianjur Masuk Peringkat 10 Gay Terbanyak, Ini Buktinya !

0
3279
Ilustrasi

Beritalangitan.com, 4/2 – Meski Cianjur terkenal dengan sebutan daerah kota santri. Namun hal tersebut tidak serta merta membuat kabupaten Cianjur ini bebas dari prilaku yang menyimpang. Dari jumlah keseluruhan LSL (Lelaki Suka Lekaki) yang mencapai 145.575,-  jiwa di Jawabarat, sebanyak 4.278 jiwanya ternyata terdapat di kabupaten Cianjur dan menduduki peringkat ke 10 di Jabar.

Angka tersebut, didapat dari hasil rilisan pemetaan estimasi penyebab dan peran pengidap ODHA Kemendiknas RI pada tahun 2011.

Hal tersebut, dibenarkan oleh Sekretaris KPA Hilman. Ia mengatakan, Kabupaten Cianjur menduduki posisi ke 10 di jawabarat yang banyak mengidap prilaku menyimpang seperti LSL. Hal itu, tentu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memberikan sosialisasi agar para pengidap LSL tidak menyebar dan terjangkit penyakit ODHA.

“Iya sesuai data dari kemendiknas tahun 2011 Cianjur ini memiliki 4.278 pengidap penyakit LSL. Namun, kebenarannya belum bisa dibuktikan karena kita akan lakukan pemetaannya pada bulan depan,” ungkapnya.

Meski begitu, kata Hilman, jumlah tersebut bisa lebih tinggi dari data yang diterima Kemendiknas. Sebab. Biasanya dalam waktu tahun pertahun. Para komoditas pengidap kelainan tersebut bisa lebih cepat meningkat layaknya roket.

“Kita baru kerjakan beberapa jenis prilaku manusia sesuai dengan komunitasnya, seperti yang tertulis dalam data ini jumlah waria Cianjur hanya mencapai 57 orang, padahal kenyataannya yang sudah di ketahui ada 348 orang, dan itupun yang tergabung dalam komunitas,” paparnya.

Selain itu, sambung Hilman, dalam melakukan metode pemetaan agar lebih cepat terhitung. Biasanya, penghitungannya dilakukan oleh orang yang terkena penyakit kelainan itu sendiri. Sebab, mereka lebih banyak mengetahui daerah mana saja yang menjadi daerah para pria pecinta pria itu sendiri berada.

“Agar penghitungannya pun berjalan dengan cepat, kita akan kerahkan juga para pria itu untuk menghitung jumlah anggotanya, karena percaya atau tidak, LSL ini memiliki komunitas yang cukup besar namun tidak diketahui oleh banyak orang,” ungkapnya.

Anggota LSL sendiri, tambah hilman, berasal dari berbagai pekerjaan dan latar belakang. Bahkan, pekerjaan yang dianggap tidak mungkin untuk menjadi gay pun, seperti TNI, Polisi dan PNS pada kenyataannya masih banyak yang terjangkit penyakit kelainan ini.

“Penyakit GAY ini memang sudah merebak di berbagai kalangan, tidak melihat pekerjaannya apa. Yang jelas penyakit ini seperti arus mudah orang terbawa,” tuturnya.

Dampak dari penyakit tersebut, sambung hilman, tentunya bisa mengakibatkan si LSL terkena ODHA. Selain itu, mereka bisa terkena infeksi lubang anus akibat dari kegiatan seks yang berlainan dari biasanya.

“Lubang anus itu kan keras, sehingga kalau terus dimasuki seperti layaknya seks laki dengan laki tentu berdampak juga pada kelamin maupun dubur pria itu dan besar kemungkinan untuk menjadi pengidap ODHA,” imbuhnya.

Diluar pada itu, pihaknya merasa prihatin dengan tagline Cianjur yang terkenal dengan kota santri dan gerbang marhamahnya tersebut. Hal itu, justru jadi bersebarangan jika melihat apa yang terjadi dengan kondisi yang sebenarnya.

“Saya harap semua kembali pada jalan yang benar saja. Soalnya, malu lah dengan tagline Cianjur sebagai kota santri dan gerbang marhamah,” tandasnya. (ST/pls/beritacianjur.com)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.