Dinkes Kota Bandung, “LGBT Berpotensi Penyebaran HIV AIDS”

0
1465
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara dalam bandung menjawab, di ruang media balai kota bandung, selasa (23/02).

Bandung, 24/02 (beritalangitan.com) – Maraknya kontroversi seputar LBGT yang ramai diberitakan media akhir-akhir ini membuat Dinas Kesehatan Kota Bandung kini konsern mensikapi permasalahan tersebut, adalah kewajiban semua pihak untuk turut peduli terhadap keprihatinan sebagian besar masyarakat terhadap perilaku seksual menyimpang yang kini mencuat ke permukaan ini.

Orientasi seksual menyimpang inilah yang menduduki peringkat utama tersebarnya penyakit-penyakit kelamin bahkan HIV AIDS khususnya dikalangan generasi muda, oleh sebab itu dalam perpektif kesehatan atau perspektif agama bahkan penyimpangan ini adalah sesuatu yang tidak bisa dibenarkan.

Hal tersebut dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara kepada wartawan dalam kesempatan Bandung Menjawab Selasa (23/02), Ahyani menyatakan bahwa di kota Bandung tercatat ada lebih dari tiga ribu orang pengidap HIV AIDS , ironisnya 49%nya diidap oleh kalangan muda usia 20 sampai dengan 29 tahun. Dari semua kasus yang terjadi di kalangan muda ini, setengahnya tertular melalui penggunaan narkotika, dan hampir setengahnya lagi penyebabnya adalah heterosexual atau berganti pasangan, dan sebagian lagi karena homosexual.

Dengan kondisi ini, bisa dipastikan rentannya penularan penyakitnya HIV AIDS kepada orang lain baik sengaja ataupun tidak, oleh sebab itu Dinas Kesehatan berupaya dengan berbagai cara untuk mencegah tersebarnya HIV AIDS  sedini mungkin, dan berupaya mendeteksi para pengidap ini untuk diawasi dan diberi perlindungan tetapi tetap bisa beraktifitas normal di masyarakat.

Menurut Ahyani yang menjadi kendala terbesar saat ini adalah tingkat kepatuhan para penderita untuk memeriksakan diri, dari jumlah sebenarnya pengidap HIV AIDS yang sudah terdeteksi dan sudah dalam penanganan pemerintah hingga kini hanya sebesar sepuluh persen saja dari jumlah penderita sebenarnya secara nasional, “Ini adalah fenomena yang cukup menghawatirkan” keluhnya.

Oleh sebab itu Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan jemput bola, dengan berupaya mendatangi pihak-pihak yang beresiko terkena dengan menggunakan Mobile Clinic. Berbagai himbauan kepada mereka usia rentan, atau kepada mereka yang masih melakukan perilaku seksual menyimpang yang sangat berbahaya ini agar segera memeriksakan diri sehingga dapat terdeteksi sedini mungkin agar tidak menulari keluarga yang mereka cintai, pungkasnya. (Yd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.