Faisal Basri: Banyak Hal Tak Rasional di Proyek Kereta Cepat

0
831

Beritalangitan.com – Pemancangan tiang pertama atau groundbreaking proyek kereta cepat Jakarta-Bandung telah diresmikan Kamis kemarin, 21 Januari 2016. Namun, Ekonom Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai banyak hal yang tidak rasional dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Faisal khususnya menyoroti lokasi pembangunan kereta cepat dan dana pinjaman proyek kereta cepat. Dia mempertanyakan alasan pemilihan lokasi peresmian proyek tersebut di Walini, Bandung, Jawa Barat.

“Prinsip-prinsip dasar kereta cepat itu untuk penumpang. Kalau Gedebage, setahu saya itu tidak cocok. Dari Gedebage ke pusat Bandung itu 1,5 jam. Ada hal-hal rasional yang susah diterima dengan akal sehat,” kata Faisal di kantor pusat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Jakarta, Jumat, 22 Januari 2016.

Faisal pun curiga proses proyek kereta cepat dari awal hingga disetujui tidak sepenuhnya diketahui oleh Presiden Joko Widodo. Dia menyatakan Jokowi kemungkinan salah menerima informasi dari para menterinya terkait proyek tersebut.

“Jangan-jangan Pak Jokowi tidak sadar. Pak Jokowi salah terima input macam-macam,” kata Faisal.

Bahkan, mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas itu mempertanyakan proyek ini dan kaitannya dengan pinjaman Tiongkok ke tiga bank pelat merah.

Seperti diketahui, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI mendapatkan kucuran pinjaman masing-masing sebesar US$1 miliar dari negara Tirai Bambu tersebut.

“Ini hubungannya apa? Jadi, menurut saya, harus dibuka dengan terang benderang supaya Pak Jokowi tidak dijerumuskan oleh para pembantunya, para menterinya. Harus jelas deh,” kata dia. (jm/ase/viva.co.id)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.