Gafatar Mengaku Bukan Aliran Sesat

0
1772
Ketua Umum Gafatar, Mahful Tumanurung. (gafatar.org) (gafatar.org)

Beritalangitan.com – Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) saat ini memiliki 3.000 lebih anggota di seluruh Tanah Air. Gerakan ini pertama kali dideklarasikan pada 21 Januari 2012 di Gedung JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Saat itu, ada 14 DPD yang menyatakan dukungannya dengan gerakan ini. Hingga kini, Gafatar berada di bawah komanda Mahful Tumanurung.

Seperti yang dihimpun dari viva.co.id, gerakan ini memiliki visi misi Nusantara. Berisikan uraian ketuhanan, kemanusiaan, tekad persatuan, persamaan hak, kerakyatan, keadilan, dan kebudayaan, dan nilai-nilai luhur budi pekerti yang terkandung dalam budaya Nusantara maupun Pancasila.

Dalam situs resmi mereka gafatar.org, Ketua Umum Gafatar Mahful M Tumanurung menyatakan, Gafatar tidak akan berevolusi menjadi organisasi keagamaan.

“Masalah keagamaan bukanlah menjadi ranah kerja GAFATAR. Urusan agama kita serahkan kepada ahlinya dan pribadi masing-masing,” katanya.

Selain itu, Mahful juga memastikan kalau Gafatar tidak akan berevolusi menjadi organisasi politik demi menggapai kekuasaan.

“Masalah kekuasaan menjadi hak prerogatif Tuhan Yang Maha Kuasa. Tugas kita hanyalah melaksanakan segala kehendak dan rencana-Nya dengan penuh kepatuhan dan kesungguhan agar kita pantas mendapat berkat, nikmat atau anugerah yang besar dari-Nya,” ujarnya.

Kini organisasi ini menjadi perhatian dan dikaitkan dengan hilangnya sejumlah orang di Yogyakarta. Mereka, diduga kuat direkrut dan bergabung dengan Gafatar.

Gafatar Anak Kandung NII

Banyak kalangan menganggap kegiatan Gafatar lewat kegiatan sosial seperti donor darah, hingga pelatihan dan bimbel gratis hanya kedok. Gafatar sesungguhnya akan membentuk struktur negara sendiri. Mereka bahkan telah menyiapkan 5.000 lahan di Kalimantan yang dikhususkan untuk anggotanya.

Pendiri krisis center Negara Islam Indonesia (NII), Ken Setiawan menjelaskan, Gafatar adalah organisasi sempalan NII. Tapi Gafatar berlindung di balik gerakan sosial untuk menarik simpatik masyarakat.

“Gafatar itu anak kandung  NII, satu guru dan satu ilmu, programnya pun copy paste dari NII,” kata Ken di di kantornya, Selasa 12 Januari 2016.

Gafatar kerap menggunakan doktrin perubahan. Propaganda berupa ketidakadilan yang diterima warga negara, menjadi rumus ampuh untuk merekrut anggota khususnya para generasi muda.

Dari semua aktivitasnya, ternyata ada nama besar di belakang Gafatar, yakni Abdussalam alias Ahmad Moshaddeq atau Musaddeq atau Musadek, pendiri sesungguhnya Gafatar. Dia semula mendirikan gerakan dengan nama Al-Qiyadah al-Islamiyah. Dalam sekte itu, Ahmad mengaku sebagai nabi baru.

Namun hal itu tidak bertahan lama setelah gerakan Al-Qiyadah al-Islamiyah diketahui Kepolisian dan Moshaddeq ikut ditangkap.

Setelah keluar dari penjara, Ahmad Moshaddeq meninggalkan Al-Qiyadah al-Islamiyah dan mendirikan sebuah perkumpulan baru dengan nama Komar atau Komunitas Qiblah Abraham. Komunitas itu menggabungkan tiga agama menjadi satu, yaitu Islam, Nasrani, dan Yahudi.

Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) waktu itu melarang Komar karena permasalahan tauhid. Moshaddeq pun meninggalkan Komar dan mendirikan Gafatar. Belajar dari pengalaman mendirikan suatu komunitas rohani, Moshaddeq mendirikan Gafatar dengan kedok organisasi masyarakat di bidang sosial.

Gafatar juga dianggap sesat oleh MUI. Sejak 27 Maret 2015, MUI Maluku Utara (Malut) meminta pengurus dan anggota Gafatar di provinsi itu untuk menghentikan seluruh kegiatannya.

Terdaftar sejak 2012 di Maluku Utara, Gafatar dituding mengajarkan berbagai aliran yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Antaranya melarang orang  menunaikan salat, zakat, dan puasa.

Di Aceh, pengurus Gafatar diadili di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Mereka dituduh menyebarkan aliran sesat.

Keenam terdakwa yang ditangkap warga dalam penggerebekan Kantor Gafatar Aceh di Lamgapang, Aceh Besar, 7 Januari 2015. Ketua Gafatar Aceh, T Abdul Fatah divonis 4 tahun penjara. Sementara lima anggotanya divonis 3 tahun penjara. (hr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.