“Magrib Mengaji dan Ayo Berzakat”, Program Inovasi Kota Bandung.

0
1972
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung H. Yusuf Umar M.Pd. didampingi Kabag Kesra Kota Bandung Tatang Muhtar dalam Bandung Menjawab, Selasa (15/03).

Bandung, 16/03 (Beritalangitan.com) – Satu lagi gebrakan digulirkan Pemerintahan Kota Bandung untuk menciptakan kota bandung yang religius, yaitu program Magrib Mengaji dengan tema “Melalui gerakan magrib mengaji, sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang religius dalam mewujudkan Bandung Juara”.

Demikian diungkap Tatang Muhtar, Kabag Kesra Kota Bandung dihadapan sejumlah wartawan dalam acara Bandung Menjawab di Ruang Media Balai Kota Bandung, Selasa (15/03).

Tatang merujuk hadits nabi Muhammad SAW, “Akan datang pada manusia suatu zaman, dikala itu Islam tidak tinggal kecuali namanya, dan Al-Qur’an tidak tinggal kecuali hanya tinggal tulisannya, mesjid-mesjidnya bagus namun kosong dari petunjuk-petunjuk ulamanya”…(HR. Baihaqi).

Hal ini sangat tepat dengan digelarnya program Magrib Mengaji yang memiliki beberapa tujuan seperti memakmurkan masjid dan mushala dengan kegiatan mengaji setelah shalat maghib, menumbuhkan ghirah atau kecintaan terhadap Al-Qur’an, memberantas buta huruf Al-Qur’an, membentuk pribadi Qur’ani, mencegah kerusakan moral serta pembinaan mental anak remaja, dan sebagai media kajian islami, paparnya.

Dalam rangka menciptakan Kota Bandung Religius, selain pembangunan fisik-material harus pula berbanding lurus dengan pembangunan mental-spiritual. Tujuannya agar menciptakan harmonisasi intern umat seagama dan antar umat beragama. Melalui gerakan ini akan terwujud kesalihan sosial dan menjadi salah satu faktor pendorong untuk mewujudkan bandung unggul, nyaman dan sejahtera, kondusif dan juara, ungkap Tatang.

Kepala Kemenag Yusuf Umar menambahkan, ada 3 tahap pembinaan dalam magrib mengaji yaitu mengenal huruf Al-Qur’an sampai lancar dengan tadjwid, menghapal surat pendek dan menghatamkan Al-Qur’an serta tahap terakhir belajar memahami arti kata terjemahan Al-Qur’an.

Inovasi dari Kemenag untuk menunjang program ini adalah dengan menggulirkan Manajemen Majlis Taklim Konversi Diniyah.Kegiatan ini dilaksanaka di masjid al ukhuwah setiap Selasa dan Kamis.

Sedangkan terkait program ‘Ayo berzakat’, yang merupakan satu paket program bersama magrib mengaji. Berdasarkan data dari Baznas Kota Bandung, penerimaan zakat baru sekitar 3 Milyar pertahun, “Ini jauh dari harapan Wali Kota. Dengan gerakan ini diharapkan bisa meningkat menjadi 9 sampai 10 Milyar pertahun” tandasnya.

Diharapkan jika gerakan ini berhasil akan dapat mengentaskan kemiskinan dan pemerataan ekonomi masyarakat, sehingga kesenjangan sosial bisa diatasi. “Kemenag harus menjadi contoh dan pelopor dalam program ini”, ujarnya, dan hal ini dibuktikan dengan menjadi urutan pertama instansi yang paling taat dalam berzakat. “Semoga bisa menjadi contoh kepada instansi lain dan masyarakat luas” pungkasnya. (Yd/Beritalangitan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.