Muhammadiyah: Tak akan Ada lagi Perbedaan Awal Ramadhan dan Lebaran

0
726
Ilustrasi. (ramadhan.pojoksatu.id)

Padang, Beritalangitan.com – Organisasi Islam Muhammadiyah dikabarkan telah memprediksi penetapan satu Syawal 1437 Hijriah. Muhammadiyah memastikan tidak akan ada perbedaan penetapan hari Lebaran dengan pemerintah, yaitu tanggal 6 Juli 2016.

“Untuk Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab, sejak setahun lalu tanggal 1 Syawal sudah dipastikan jatuh pada 6 Juli 2016. Sementara untuk pemerintah yang menggunakan metode rukyat, kemungkinan besar akan sama karena diperkirakan pada 6 Juli itu, hilal sudah terlihat,” ungkap Wakil Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Bachtiar, di Aula Dharma Andalas, Selasa (28/6/2016), Antaranews melaporkan.

Menurut Bachtiar, untuk ke depannya Muhammadiyah akan terus mendorong agar ada persamaan persepsi dalam penetapan awal Ramadhan dan Lebaran. Hal ini agar tercipta kesamaan antara sesama umat Muslim di seluruh dunia agar tidak membingungkan umat.

“Usaha menuju hal itu telah dilakukan dalam Kongres Persatuan Kalender Hijriyah Internasional (International Hijri Taqwim Unity Congres) di Istambul, Turki pada Mei silam. Pakar astronomi Islam dilibatkan dalam penyusunan kalender tersebut. Diharapkan seluruh umat Islam di dunia, terutama di Indonesia akan menerima kalender ini, agar tidak ada lagi perbedaan yang membingungkan,” pungkas Bachtiar.

Bachtiar berharap, tidak ada lagi pihak yang mempertahankan ego untuk membenarkan pandangan sendiri dan menolak keberadaan kalender Hijriyah Internasional, karena 60 negara Islam akan mengakuinya.

Ia mengatakan, kalender itu nanti akan berlaku 100 tahun ke depan untuk menjadi pedoman dalam penentuan hari-hari penting agama Islam. (ah)

Sumber : Islampos

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.