Pengamat: Revisi UU Terorisme Bukan Solusi

0
891

Beritalangitan.com – DPR dan pemerintah sepakat untuk merevisi Undang-Undang Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan memasukkannya ke dalam Program Legislasi Nasional Prioritas 2016.

Revisi tersebut dinilai bukan solusi untuk mengatasi terorisme di Indonesia agar serangan teror yang terjadi di kawasan Sarinah-Thamrin, Jakarta 14 Januari lalu tidak terulang.

“Akar persoalan terletak bukan pada undang-undang tapi peningkatan kapasitas kepolisian dan intelijen di Tanah Air. Itu yang mesti di-upgrade, jangan salahkan undang-undangnya,” kata pengamat terorisme dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Zaki Mubarak kepada wartawan, Ahad (24/1).

Menurutnya, Undang-Undang Anti Terorisme yang dimiliki Indonesia saat ini sudah baik sesuai dengan standar negara-negara demokratis.

“Bila arah revisi menuju model Malaysia dan Singapura justru salah kaprah. Kedua negara tersebut otoritarian dan represif serta tidak mementingkan aspek hak asasi manusia dalam regulasi anti terorismenya,” beber Zaki.

Dia menambahkan, UU Anti Terorisme saat ini tidak membolehkan penangkapan tanpa disertai bukti, adanya batas waktu tertentu penahanan sementara dan sebagainya.

“Maunya Badan Intelijen Negara dan kepolisian cukup dicurigai saja dan tanpa bukti permulaan terduga teroris bisa ditangkap,” ungkapnya.

Hal tersebut yang membuat BIN dan kepolisian sering merujuk Malaysia yang menggunakan dasar Internal Security Act (ISA) untuk menangkapi orang-orang yang diduga teroris meski tanpa alat bukti.

“Padahal konsep ISA banyak dikecam karena melanggar HAM dan sering repressif. Kalau Indonesia mencontoh itu ya kemunduran,” ujar Zaki.

Untuk itu, Zaki meminta sinergi antar Kementerian juga diperkuat. Kemenkumham harus diberdayakan dalam deradikalisasi terorisme di penjara. Kemensos, Kemenaker, Kemendikbud, Kemenag, juga harus dilibatkan dalam pencegahan dan rehabilitasi terorisme.

“Jadi jangan hanya Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), BIN, Densus saja yang berperan, semuanya perlu bersinergi. Sayangnya, sinergi ini belum berjalan,” tegasnya seperti dikutip Rmol.co. (jm/rn/Islampos)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.