Sempat Menuduh Ormas Islam, Perusak Patung Yesus dan Bunda Maria Itu Ternyata Anak Penjaga Gereja

0
1049
Patung yang dirusak.

Beritalangitan.com – Tudingan beberapa pihak yang mengarah kepada Ormas Islam sebagai pelaku perusakan patung Yesus dan bunda Maria akhirnya terbantahkan, temuan pihak kepolisian mengungkap bahwa pelaku ternyata bagian dari gereja itu sendiri.

Polres Klaten akhirnya berhasil melacak pelaku perusakan patung-patung Yesus dan bunda Maria di Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja di Gondangwinangun, Klaten. Pelaku adalah anak koster atau penjaga gereja tersebut. Alasannya pelaku jengkel karena dimarahi ibunya, lalu melampiaskan kemarahannya pada kedua patung tersebut.

Tersangka pelaku adalah Ignatius Rendi Relianto, 21 tahun, anak dari Marsono yang bekerja sebagai koster atau penjaga di gereja tersebut.

“Kami masih mendalami kasus ini. Untuk sementara sesuai pengakuannya Rendi adalah pelaku tunggal. Hingga saat ini kami sudah memeriksa 20 saksi untuk mengkonfirmasi keterangan tersangka. Aksi Rendi dalam perusakan juga diperkuat dengan rekaman CCTV yang merekam saat dia merobohkan kedua patung,” Ujar Kapolres Klaten, AKBP Faizal, lansir Eramuslim dari laman detik.com, Rabu (17/8/2016).

Ignatius mengaku perbuatannya kepada pihak polisi bahwa dirinya yang merusak patung Yesus dan Bunda Maria karena jengkel dimarahi ibunya. Sebelum kejadian, Ignatius disuruh ibunya untuk membersihkan rumah, padahal saat itu Ignatius sedang merasa kurang enak badan.

Karena Ignatius tidak segera melakukan, ibunya menjadi marah. Jengkel karena dimarahi ibunya Ignatius kemudian melampiaskan kemarahan pada dua patung di dalam gereja. Dia mendorong kedua patung hingga jatuh. Bahkan terhadap patung Bunda Maria, dia kemudian melemparkannya ke sungai.

Patung Bunda Maria yang Dilempar ke Sungai [foto:sesawi.net]
Patung Bunda Maria yang Dilempar ke Sungai [foto:sesawi.net]

“Tersangka melanggar Pasal 406 KUHP tentang pengrusakan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan. Ancaman hukumannya kurang dari 5 tahun sehingga tersangka tidak ditahan, hanya wajib lapor sampai kasusnya disidangkan,” lanjut Faizal.

Sebelum polisi membongkar kasus ini, pihak gereja melalui Pastor Kepala Paroki Romo Sukawalyana Pr sempat membantah informasi yang beredar bahwa pelaku perusakan merupakan anak koster gereja dan menganggap info tersebut adalah hoax.

Dalam pemberitaan media online netralitas.com, juga secara jelas disebutkan bahwa tuduhan perusakan patung Yesus dan Bunda Maria dialamatkan kepada ormas Islam dengan sebutan kelompok radikal. “perusakan ini diduga dilakukan kelompok-kelompok radikal yang ingin memicu konflik SARA” menurut pengakuan warga sekitar Gereja Santo Yusuf Klaten. (jm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.