Tokoh dan Masyarakat Pangandaran Tolak LGBT

0
760

Beritalangitan.com – Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) menjadi fenomena yang semakin mencuat ke permukaan seiring dengan gencarnya gerak para pengusung ide liberalism di negeri ini. Tak terkecuali di Pangandaran, sebagai kabupaten yang mengandalkan sektor pariwisata pun tak lepas dari menguatnya geliat keberadaan komunitas ini.

“Di Kabupaten Pangandaran, tidak boleh ada kalangan LGBT. Saya sebagai unsur pemerintahan juga sebagai pribadi menolak” ucap Bapak Aka Zakaria, S.Pd. Kasubag Umum Disdukcapilsosnakertrans yang mewakili Kepala Dinas SKPD Bidang Sosial dalam Halqah Islam dan Peradaban yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kabupaten Pangandaran, Jum’at malam (5/2/2015).

Dalam acara yang bertajuk “LGBT Eksiskan Diri, Mengundang Bencana Bagi Negeri” ini juga menghadirkan Sekretaris MUI Kabupaten Pangandaran, Bapak Drs. Anwar Hidayat.

Hidayat menjelaskan bahwa secara fiqh LGBT itu sama-sama perilaku menyimpang dan tidak bisa diterima dalam tinjauan syari’ah maupun hukum positif yang berlaku. Dalam Islam maupun penerimaan masyarakat hanya dikenal keberadaan laki-laki dan perempuan.

“Sayangnya, perilaku menyimpang mereka ini tidak dianggap sebagai tindakan kriminal. Padahal umat terdahulu seperti kaum Nabi Luth diadzab karena perilaku menyimpang mereka,” jelas Hidayat.

Hal senanda juga dipaparkan oleh Ust. Dian Jatnika Firmansyah, S.T.P, Ketua HTI DPD II Kabupaten Pangandaran. Opini LGBT ini berakar dari kebebasan berekspresi dalam bingkai Hak Asasi Manusia (HAM).

“Ini dilakukan secara sistematik dan massif, dengan dukungan kuat dari asing. Karenanya, Negara harus hadir untuk membina ketakwaan dan keimanan individu muslim disamping menjaga masyarakat dari kehancuran akibat LGBT,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi, tanggapan muncul dari unsur Muspika Pangandaran yaitu Danramil Pangandaran juga unsur pendidik Ust. Yayat Hidayat, M.Pd.I. dan unsur Mahasiswa. Semua yang hadir pun sepakat dengan penjelasan pemateri yang menolak keberadaan LGBT dengan dalih Ide Kebebasan Berekspresi.

Ide kebebasan dan HAM memang benar-benar menjadi racun untuk merusak kaum muslimin yang harus dicampakan. Dan secara konsisten, HTI senantiasa menyerukan bahwa solusinya adalah mengganti gagasan rusak dengan Islam yang akan membawa keberkahan dan menghindarkan umatnya dari bencana dan kerusakan. (jm/islampos/Maktab I’lamiy HTI DPD II Kab Pangandaran)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.