Zaman Presiden Soeharto, Takbir Keliling Bahkan Difasilitasi

0
627
Takbir keliling menjadi pesona budaya jelang Ramadhan / Antara

JAKARTA, beritalangitan.com — Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Humprey Djemat di Jakarta, Senin (7/4), mengatakan, takbir itu adalah mengumandangkan dan menyucikan nama Allah SWT. “Jadi, tidak ada relevansi foya-foya, hura-hura dengan takbir keliling di malam Idul Fitri,” katanya kepada wartawan.

Humprey mengatakan, pihak keamanan siap mengawal takbir akbar yang dilakukan umat Islam tersebut. Pun dengan Polda Metro Jaya yang juga berjanji siap mengawal takbir keliling.

“Polisi saja siap mengawal. Mereka menghargai pihak-pihak yang mau merayakan hari kemenangan asal tertib,” ujarnya.

Adapun, ulama kharismatik asal Jatim, KH Nurun Tajalla menyatakan, takbir keliling adalah bentuk syiar Islam. Hal itu dilakukan dengan cara tidak menggangu jalan dan sesuai aturan yang ada.

“Tidak masalah syiar takbir keliling, asal tidak menggangu jalan. Apalagi dari dulu, dari zaman Presiden Soeharto, tidak ada larangan soal takbir keliling, bahkan difasilitasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Menag Lukman Hakim Saifuddin meminta umat Islam untuk berperilaku tertib saat melakukan takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah. (as)

 

Sumber : Republika

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.