JIHAD Pagi (Pengajian Ahad), “antusias umat dalam Tholabul ‘Ilmi”

0
953

Prof. KH. Maman Abdurrahman, MA

BANDUNG, 29/1 (beritalangitan.com) – Pengajian Ahad (JIHAD) pagi yang di selenggarakan di Masjid PP. Persis Viaduct Kota Bandung di ikuti ribuan Jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari orang Tua, dewasa dan anak-anak. Ini menjadi bukti bahwa umat Islam masih tetap antusias dalam Tholabul ‘Ilmi.

Pengajian Ahad (JIHAD) pagi ini adalah kegiatan rutin yang di selenggarakan oleh PP. Persis Bandung setiap minggu pagi dan di isi oleh Penceramah yang saling berganti di setiap minggunya.

Prof. KH. Maman Abdurrahman, MA yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERSIS Periode Tahun 2010-2015, berkesempatan Ahad pagi tadi (29/1/2017) mengisi ceramah dengan tema “Fitnah dari Masa ke Masa”.

Pengajian yang hampir memadati jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung ini menyampaikan bagaimana situasi dan kondisi umat Islam bangsa Indonesia saat ini yang telah dilanda fitnah.

Dalam ceramahnya Prof. KH. Maman Abdurrahman, MA  menyampaikan, “Indonesia saat ini diadu domba antar ormas yang di dalangi oleh asing, kemudian ulama dilaporkan karena dituduh melecehkan negara, umat Islam di laporkan karena di tuduh melecehkan lambang negara. Ini adalah fitnah bagi umat islam bangsa indonesia”.

Kemudian dijeratnya fitnah dalam ekonomi sehingga menjadikan umat Islam memiliki hutang yang banyak dan berbunga untuk menutupi hutangnya banyak yang menjual harta benda seperti tanah, maka tidak aneh apabila banyak tanah banyak di kuasai oleh asing, kemudian pulau – pulau yang katanya disewakan kepada asing, padahal sebenarnya untuk penguasaan lahan dan alih fungsi lahan. Umat masih belum sadar kita sedang di permainkan oleh mereka”. tambah Prof. Maman.

Menutup ceramahnya Prof. KH. Maman Abdurrahman, MA menyimpulkan, “hidup di dunia itu tidak lepas Ujian dan fitnah, sekarang bagaimana cara kita menggahadapinya. Maka jalan keluarnya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan ibadah, perbanyak ibadah sunat nya seperti tahajud, disamping tentunya ibadah wajib yang utama”.

“Dengan adanya fitnah ini akan menampilkan kebenaran iman terhadap Allah SWT, mana yang benar-benar beriman mana yang bukan”, tutup beliau. (Dul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.