2016 ‘Tahun Berdarah’ untuk Anak-Anak Palestina di Tepi Barat

0
513

sejak awal Oktober lalu hingga 25 November sedikitnya telah terjadi 800 kasus penangkapan yang dilancarkan oleh Zioinis terhadap anak anak Palestina yang berumur 11 sampai 14 tahun.

YERUSALEM, 10/1 (beritalangitan.com) — Tahun 2016 menjadi tahun berdarah kepada lebih 30 anak-anak Palestina di Tepi Barat termasuk Timur Yerusalem setelah perbuatan kejam Zionis Israel, kata kelompok Kelompok hak asasi Pertahanan untuk Anak Internasional (DCI).

Menurut kelompok itu, sebanyak 32 orang anak-anak Palestina (di bawah 18 tahun) dibunuh, menjadikan 2016 sebagai tahun yang dasyat dalam 10 tahun ini.

Pada tahun 2015, jumlah warga sipil di bawah 18 tahun tewas di Tepi Barat termasuk di Jerusalem hanya 28 orang. Sementara 2014, 13 anak-anak tewas, dan empat orang pada 2013.

Katanya, kebanyakan mereka dibunuh ketika serbuan rezim Israel ke kota-kota Palestina di Tepi Barat, konfrontasi atau sewaktu protes tidak bersenjata dilakukan.

“Rezim Israel menggunakan metode tembakan untuk membunuh. Mereka memiliki ‘lampu hijau’ untuk membunuh rakyat Palestina, dan sewenang-wenang melakukan perbuatan itu,“ kata Direktur DCI, Ayed Abu Eqtaish dikutip Aljazeera.

Sejak Oktober 2015, rezim Israel bertanggung jawab dalam pembunuhan sekurang-sekurangnya 244 warga Palestina, termasuk demonstran yang tidak bersenjata, pengamat dan penyerang – dikenal sebagai ‘Intifada Al-Quds’.

“Karena situasi politik, terutama pemberontakan Yerusalem sejak Oktober 2015, jumlah meningkat dengan ketegangan serta pertempuran antara rezim Israel dan Palestina,” kata Abu Eqtaish.* Hidayatullah.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.