Ahli Linguistik: Perkataan Habib Rizieq Tak Bisa Disamakan dengan Ungkapan Ahok

0
477

JAKARTA (beritalangitan.com) – Doktor bidang Linguistik Forensik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Andika Dutha Bachari mengungkapkan, perkataan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab tentang ulama suu’ yang nipu umat pakai ayat Al-Qur’an tidak bisa disamakan dengan ungkapan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tentang al-Maidah 51.

“Perkataan Habib Rizieq berbeda konteks,” ujarnya dalam Diskusi bertema ‘Bedah kasus penodaan agama, Layakkah Ahok Dipenjara?’ di Universitas Al-Azhar, Jakarta, Jum’at (11/11/2016).

Andika menjelaskan, apa yang dikatakan oleh seseorang, walaupun sama tapi dikatakan oleh dua orang yang berbeda, maknanya juga menjadi beda.

Ia memberi contoh analogi, seperti misalnya ada seorang pelatih yang mengatakan kepada pemainnya bahwa tendangannya tidak becus. Perkataan itu, kata dia, akan bersifat mengevaluasi.

“Tapi kalau yang mengatakan itu suporter klub lain, maka yang terjadi adalah penghinaan,” paparnya.

Andika menyampaikan, bahwa bahasa tidak bebas nilai, tergantung hidup dimana, dan sangat kontekstual. Yakni terkait siapa yang menuturkan, kepada siapa, dimana, semua harus menjadi unit analisis.

Sehingga, menurutnya, dalam kasus penistaan agama sifatnya kontekstual bukan generalisasi.

“Bagi saya ini sudah dibelokan bahwa apa yang dikatakan Habib Rizieq sama dengan yang dikatakan Ahok, tidak bisa,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar viral di sosial media, rekaman ceramah oleh Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab yang menyampaikan peringatan hati-hati kepada umat Islam agar tidak tertipu oleh ulama suu’ atau ulama yang buruk yang memutarbalikan ayat.

Dalam video itu Habib Rizieq berkata, “Ulama Suu’ yang buruk yang suka memutarbalikkan ayat. Mengharamkan yang halal, menghalalkan yang haram. Kaum zindiq yang membenarkan daripada kemungkaran dan kebatilannya. Nau’dzubillah min dzalik. Kata nabi ini lebih berbahaya dari dajjal, dia nipu umat pakai ayat qur’an, dia nipu umat pakai hadits nabi”.

Sedangkan ungkapan Gubernur Ahok terkait al-Maidah 51, “…Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak itu nggak bisa pilih saya, ya kan, dibohongin pakai surat al-Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu. Jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya ..”. [rr/Islampos]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.