Apa itu Mahasiswa Islam?

0
679

Oleh; Ali Alatas,Ketua Strategi Internal Front Mahasiswa Islam

beritalangitan.com – MAHASISWA Islam merupakan konsep yang dibentuk oleh dua kata, mahasiswa dan Islam. Kata “Mahasiswa” itu, kemudian ditambah dengan ajektif atau kata sifat “Islam”. Perkataan Islam tersebut, mengartikan suatu kualitas keislaman yang dimiliki oleh mahasiswa. Pertanyaannya kemudian, kualitas keislaman apa yang dimaksud.

Secara umum, hal yang menentukan kualitas keislaman itu adalah kualitas tauhidnya. Seseorang belumlah muslim apabila ia tidak bertauhid mengesakan Allah. Awal mula seseorang bertauhid adalah mengucapkan Syahadatayn (La Ilaha Ilallah wa muhammadurrasulullah). Dua kalimat pamungkas yang biasa kita sebut Syahadatayn tersebut, merupakan hal penting dan mendasar dalam islam. Mendasar karena dua kalimat ini merupakan esensi dari tauhid, dimana tauhid merupakan ilmu yang paling mendasar dari agama islam, yaitu mengenai bentuk keimanan seseorang dalam islam.

Imam Al Ghazali dalam ihya ulumuddin mengklasifikasikan ilmu menjadi dua, yaitu ilmu yang fardhu’ ain dan ilmu fardhu Kifayah. Ilmu fardhu ‘ain adalah ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim sedangkan ilmu fardhu kifayah adalah ilmu yang hanya wajib dipelajari oleh sebagian dari seluruh komunitas. Termasuk fardhu ‘ain menurut imam Al Ghazali adalah mempelajari kalimat Syahadatayn setelah akil balighnya seorang muslim. Lalu yang menjadi pertanyaan kenapa kalimat Syahadatayn termasuk kedalam kriteria fardhu’ain untuk dipelajari. Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, paling pertama yang harus dipahami adalah dua kalimat tersebut merupakan basis utama dari keimanan seorang muslim. Sehingga tidak sah keimanan seseorang apabila tidak mengakui keduanya.

Menurut M. Naguib Al Attas dalam bukunya Prologomena to the metaphysic in Islam, Kedua kalimat tersebut juga merupakan singkatan dari worldview islam, yaitu konsep mengenai bagaimana islam memandang realitas (Reality) dan kebenaran (Truth) atau yang Haq (dimana Haq menurut Prof Naquib Al Attas mencakupi realitas dan kebenaran). Islamic Worlview atau pandangan dunia Islam bertitikan awal pada tauhid, sehingga realitas dan kebenaran itu harus ditinjau terlebih dahulu oleh nilai tauhid. ini kemudian menjadi basis dari epistemologi islam.

Persoalan tauhid ini haruslah menjadi pegangan wajib seorang Mahasiswa Islam dalam segala aktfitasnya, khususnya terkait keilmuan, karena dari ilmu kita mengembangkan ide, membangun wacana dan menentukan arah pergerakan pejuangan kita sebagai mahasiswa Islam. Kemudian yang terpenting bagi seorang Mahasiswa Islam dalam pergerakan adalah mereka dituntut untuk selalu istiqamah pada prinsip-prinsipnya dalam berjuang. Prinsip utama dalam perjuangan adalah berjuang demi mencapai Ridha Allah. Allah adalah pencipta kita, dari Ialah kita berasal dan Allah pada akhirnya adalah tempat kita kembali. Karena itu tujuan utama kita berjuang adalah mengharapkan Ridha Allah. Toh, apa gunanya berhasil dalam berjuang apa bila tidak di Ridhai Allah. (Ad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.