Aset RI Capai Rp 10 T, Bisakah untuk Lunasi Utang Negara?

0
81
Ilustrasi Gelora Bung Karno - Nilai aset komplek GBK paling besar, Rp 347 triliun dari total Rp 10.467,53 triliun

Beritalangitan.com – Aset negara terus mengalami kenaikan, sejalan dengan adanya perbaikan tata kelola dan revaluasi aset setiap tahun. Hingga saat ini, total aset negara mencapai Rp 10.467,53 triliun, naik 65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Muncul pertanyaan, apakah aset tersebut bisa digunakan untuk melunasi utang Negara?

Dilansir dari kumparan (13/7), total utang Negara hingga akhir Mei 2020 mencapai Rp 5.258,57 triliun. Utang tersebut naik 1,6 persen atau Rp 86,09 triliun dari bulan sebelumnya Rp 5.172,48 triliun.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta mengatakan, aset negara sebenarnya bisa saja digunakan untuk melunasi utang dengan cara menjual aset tersebut. Namun Isa menegaskan, pemerintah tak akan melakukan hal itu.

Menurutnya, ada metode lain. Salah satunya dengan menjadikan aset tersebut sebagai jaminan untuk menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk.

“Kalau kita mau serahkan aset kita, jual aset, bisa. Tapi kita enggak mau jual serahkan aset ke orang lain. Jadi kita pakai metode lain, teknis lain. Itu yang dikerjakan Pak Luky (Dirjen PPR Kemenkeu Luky Alfirman) dengan SBSN. Jadi, dengan kita punya aset ini, dengan underlying ini, kita bisa menerbitkan sukuk negara,” ujar Isa dalam diskusi virtual mengenai barang milik negara, Jumat lalu (10/7).

Ada juga skema lain dengan menggunakan aset negara, yakni melalui Limited Concession Scheme (LCS). Skema ini merupakan pemberian konsesi dengan jangka waktu tertentu kepada badan usaha untuk mengoperasikan dan/atau mengembangkan infrastruktur yang sudah tersedia.

Dengan LCS, pemerintah bisa mendapatkan dana, sementara pengelolaan asetnya diserahkan kepada badan usaha tersebut.

“Bukan asetnya yang diserahkan, tapi pengelolaan dan hak pendapatan yang bisa didapat dari aset tersebut di masa datang. Kalau bisa perbanyak, luar biasa aset tidak kita jual, tetap dimiliki. Tapi kita dapat revenue dari pengelolaan aset yang lebih baik,” kata Isa. (ad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.