Banyak Tugas Sekolah dirumah bisa picu Stres

0
431

beritalangitan.com – Ditengah pandemi seperti ini, sudah pasti menimbulkan tekanan psikologis bagi masyarakat khususnya anak-anak, dikarenakan kebijakan pemerintah yang mengharuskan untuk masyarakat berdiam diri di rumah.

“Sejak berkembangnya pendemi covid-19, masyarakat diminta di rumah. Semua diminta berdiam diri di rumah, siswa belajar di rumah dan orang tua bekerja di rumah, dan stres itu bermula ketika rumah yang didiami tidak sehat, baik dari segi kebersihan, ventilasi, kelayakan dan tata ruang sehingga berada di rumah bagi sebagian orang adalah sumber tekanan baru,” kata Muhammad Iqbal, PhD Dekan Psikologi Universitas Mercu Buana, dilansir dari voaislam, ahad (5/4).

Menurut Iqbal, pemberitaan di media sosial berseliweran, ada yang tidak valid, hoax dan pembatasan gerak membuat situasi mencekam, menimbulkan kecemasan dan panik, sehingga banyak yang bertindak diluar alam sadar seperti panic buying, mengurung diri takut tertular, bolak-balik mencuci tangan secara berlebihan dan memutuskan hubungan sosial.

“Demikian juga orang tua dan siswa yang belajar di rumah karena banyaknya tugas dan tidak terbiasa dengan pembelajaran melalui online banyak yang stres, karena mereka memiliki pengetahuan yang terbatas, fasilitas yang terbatas dan waktu yang terbatas (bila banyak anak) dan itu semua dilakukan secara bersama dengan tugas rumah tangga atau mengerjakan tugas kantor,” papar Iqbal.

Menurut Iqbal, saat ini juga banyak guru yang kewalahan menjalankan tugasnya mengoreksi dan memberi kelas online, ada yang baru belajar dan tidak terbiasa.

“Demikian juga dengan penurunan pendapatan ekonomi keluarga yang membuat semua orang mengalami stres, cemas dengan tekanan hidup, mereka memikirkan bagaimana kehidupan mereka ke depan,” ujarnya. (Tri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.