Belasan Anak Meninggal Akibat DBD di Tasikmalaya

0
72

Beritalangitan.com — Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus meningkat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, hingga Rabu (24/6) terdapat lebih dari 600 kasus DBD, Sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia akibat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, sejak awal tahun hingga Juni 2020 tercatat ada 634 kasus DBD. Angka itu mengalami peningkatakan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019, yang menunjukkan angka 588 kasus. 

“Yang paling memprihatinkan, dari 16 orang yang meninggal, 11 orang di antaranya itu anak-anak,” kata Uus, seperti dilansir dari Republika, Kamis (25/6).

Berdasarkan data per wilayah, Kecamatan Kawalu merupakan wilayah paling tinggi mencatatkan kasus DBD dengan 118 penderita dan lima kasus kematian. Posisi kedua ditempati oleh Kecamatan Mangkubumi dengan 84 kasus, selanjutnya Kecamatan Tamansari 70 kasus, Cihideung 66 kasus, Cibereum 58 kasus, dan sisanya menyebar di kecamatan lain.

Sementara kasus kematian akibat DBD selain di Kecamatan Kawalu dengan lima kasus, juga terjadi di Cipedes tiga kasus, Purbaratu, Bungursari, dan Cihideung, masing-masing dua kasus, serta Indihiang dan Tawang masing-masing satu kasus.

Uus mengatakan, pihaknya telah melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk penanggulangan DBB. Pihaknya juga akan mengumpulkan para camat agar lebih menggerakan warganya dalam program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara bersama-sama. 

“Warga harus menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Itu penting bukan hanya untuk menanggulangi Covid-19, tapi juga DBD. Sebab, DBD di Kota Tasikmalaya juga berpotensi menjadi wabah.” kata Uus. (ad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.