BEM FEBI Gelar Seminar Nasional Ekonomi Syariah dengan Tema “Halal Lifestyle and Syariah Business”

0
539

Cianjur, beritalangitan.com – Pengawasan atas produk-produk halal di Indonesia masih perlu perhatian yang sangat serius. Hal ini disampaikan oleh H. Eddy Mawardi, M.H. sebagai narasumber dalam kegiatan Seminar Nasional Ekonomi Syariah yang bertajuk “Halal Lifestyle and Syariah Business”. Giat ini dimotori oleh BEM FEBI Universitas Suryakencana bertempat di Ball Room Grand Bydiel Cianjur, Jawa Barat (27/04/2019).

Menurut Eddy, banyak produk yang beredar di masyarakat, dikonsumsi oleh masyarakat muslim Indonesia, namun jaminan kehalalannya belum mendapat pengawasan secara baik.

Hal itu karena masih banyak kasus produk berlebel halal, namun bahan dan proses pembuatan tidak sesuai dengan kehalalan secara syariah.

Untuk itu, Eddy menekankan perlu ada lembaga yang bertugas mengawasi dan memberi sertifikasi halal suatu produk baik dari segi bahan dan proses produksinya.

Dan berdasarkan amanat UU No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Halal maka dibentuklah BPJPH (Badan Penyelenggara Produk Halal). Badan ini dibentuk dalam rangka menjamin kehalalan produk.

Kedepannya BPJPH akan berkoordinasi dengan LPH (Lembaga Produk Halal) dan MUI. LPH dapat melaporkan ke BPJPH tentang suatu produk yang akan disertifikasi halal, nanti BPJPH akan berkoordinasi dengan MUI untuk menindaklanjuti dan memeriksa kebenaran laporan tersebut.

Ketika BPPOM MUI telah memastikan kehalalannya maka BPJPH dapat mengeluarkan sertifikat halal atas produk tersebut.

Eddy juga menyampaikan bahwa mulai tanggal 17 Oktober 2019, semua produk harus bersertifikat halal. Kedepanya diharapkan hal tersebut dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat (khususnya muslim) yang sangat membutuhkan jaminan halal atas setiap produk yang beredar di masyarakat. Sehingga, ke depannya dapat membentuk gaya hidup halal.

Pemateri kedua dalam seminar ini, Muhammad Senoyodha Brennaf, juga menyampaikan bahwa keberadaan lembaga sertifikasi produk halal ini dapat memacu bisnis syariah. Bahkan secara dunia, “bisnis halal” ini mengalami perkembangan secara signifikan.

Di korea selatan pernah ada kasus makanan yang diberi keterangan “halal pork” (babi halal). tentu hal ini dikarenakan kurangnya edukasi tentang produk halal. Untuk itu, kehadiran lembaga-lembaga yang peduli terhadap kehalalan suatu produk sangatlah dibutuhkan.

Reporter : Rian Sagita
Redaktur : D. Udas
Email : redaksi@beritalangitan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.