Bencana Lombok, MPR: Bencana Kok Masih Hitung Untung-Rugi

0
402
Jakarta, beritalangitan.com -Pertimbangan pemerintah tidak menetapkan gempa Lombok sebagai bencana nasional yakni kekhawatiran bila ditetapkan sebagai bencana nasional, berdampak negatif bagi sektor pariwisata yang menjadi andalan di NTB.
Hal ini dikritik keras Ketua MPR Zulkifli Hasan. Dia heran pemerintah masih melihat bencana alam sebesar itu dengan kaca mata untung rugi. Dikutip dari teropongsenayan.com.

“Mereka (NTB) itu daerah terbatas, memang ada juga anggaran BNPB. Tapi, kalau bencana daerah itu kan nggak sekuat bencana nasional. Menseskab mengatakan takut merugikan karena nanti pariwisata tidak akan datang. Saya bilang ini bencana alam kok masih hitung untung-rugi?” ujar Zulkifli saat memberikan tausiah di acara ‘Momentum Taubat Nasional Pesan Bencana Lombok untuk Indonesia’, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2018).

“Menurut saya, bencana ini sudah nasional, sehingga bantuan itu akan cepat dari pusat, namanya Basarnas tapi tentu pemerintah yang punya tanggung jawab besar,” sambungnya.

Zulkifli kemudian membandingkan dengan peristiwa bencana alama lainnya. Yaitu, penetapan status bencana nasional pasca-erupsi Gunung Sinabung.

“Mungkin pertama dianggap belum terjadi apa-apa, sekarang pun saya kira respon pemerintah juga tidak sedahsyat waktu terjadi letusan Gunung Sinabung. Sinabung itu bencana nasional, rumah itu diganti, setiap pengungsi dapat jatah, jadi penanganan luar biasa,” kata Zulkifli.

Ketum PAN ini pun menceritakan saat kunjungannya ke korban Gunung Sinabung saat itu.

Dia melihat respon pemerintah menghadapi korban gempa di Lombok berbeda dengan korban Sinabung, yang diberi anggaran besar saat itu.

“Saya berkali-kali ikut di Sinabung, itu rumah diganti masing-masing rumah Rp 50 juta. Kemudian uang hariannya ada Rp 80 ribu atau Rp 100 ribu per orang. Kemudian pengungsi itu juga diberdayakan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya padat karya; bangun rumah kembali dan lainnya,” tutur dia.

Diketahui, gempa berkekuatan 7,0 SR kembali mengguncang Lombok Timur, NTB. Gempa tersebut merupakan gempa dengan magnitudo terbesar sejak gempa mengguncang NTB pekan lalu.

BNPB mencatat sejak gempa mengguncang Lombok awal Agustus, tercatat ratusan orang meninggal. Namun, hingga kini pemerintah belum menetapkan status bencana nasional.

Berdasarkan UU nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana disebutkan bahwa penetapan bencana nasional harus memuat indikator, jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan sarana prasarana dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.

Sumardi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.