BMKG  : Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan Jawa Barat Bukan dipengaruhi GBT

0
383

Foto: keganasan obak di pelabuhan ratu( ilustrasi )

Bandung, beritalangitan.com– Beberapa hari ini terjadi fenomena gelombang tinggi di pesisir selatan Pulau Jawa, termasuk Jawa Barat.

Di kutip dari tribunjabar.id, Selain beberapa titik pantai di Pangandaran, gelombang tinggi juga melanda beberapa titik pantai di kawasan Garut dan Pelabuhan Ratu.

Karena gelombang mencapai daratan, tak sedikit warung-warung yang ada di bibir pantai, perahu, dan rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

Peneliti Cuaca dan Iklim BMKG Provinsi Jawa Barat Muhamad Iid Mujtahiddin mengatakan, gelombang tinggi itu bukan dipengaruhi karena menjelang terjadinya gerhana bulan total (GBT) pada 28 Juli 2018.

“Kondisi gelombang sudah terjadi di awal bulan Juli,” ujarnya saat dihubungi  via ponsel, Rabu (25/7/2018).

Fenomena gelombang tinggi itu pun, kata Iid, bukan merupakan tsunami.

“Tsunami diakibatkan adanya aktivitas lempeng di lautan yangmemenuhi kriteria untuk terjadinya tsunami. Kalau sekarang lebih ke arah gelombang pasang atau ombak,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tinggi gelombang laut, lebih dipengaruhi karena kondisi angin yang relatif kencang terutama di sekitar pesisir selatan.

“Angin kencang itu karena adanya gangguan berupa badai di utara khatulistiwa, salah satunya adalah Badai Ampil di perairan sebelah timur laut Filipina,” kata Iid. (Sumardi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.