Dampak Erupsi Tangkubanparahu, Warga di Sekitar Gunung Gede Pangrango Diminta Waspada

0
348

Sukabumi, beritalangitan.com.– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jumat, 2 Agustus 2019, mewaspadai potensi letusan Gunung Gede Pangrango. Kendati keberadaan gunung tersebut berada diwilayah Kabupaten Sukabumi, tapi lokasi tidak begitu jauh dengan pemukiman warga di Kota Sukabumi. Dikutip dari pikiran-rakyat.com

Apalagi dari hasil pemetaan yang dilakukan BPBD, tiga kecamatan di Kota  Sukabumi berada didalam zona satu atau kuning. Terutama aliran lahan dingin saat letusan gunung terjadi. Pemetaan dilakukan BPBD merupakan dampak persitiwa erupsi Gunung Tangkuban Parahu di Bandung.

“Bila letuasan Gunung Gede Pangrango terjadi, tiga kecamatan berada di zona kuning. Terutama daerah yang berada dialiran sungai Gunung Gede yang dipastikan dialiri lahar dingin,” kata Kepaka Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami.

Selain itu, empat kecamatan lainnya berpotensi terdampak hujan abu dan lontaran batu (pijar). Hanya saja, bergantung arah angin saat letusan Gunung Gede Pangrango terjadi. “Lontaran abu dan batu  bisa mencapai radius 5 sampai 7 kilometer. Dan semakin jauh wilayah dari Gunung Gede Pangrango tentu resiko dari hujan abu akan semakin rendah,” katanya.

Zulkarnain mengatakan BPBD sudah menyiapkan langkah-langkah untuk penanganan dan evakuasi. Bahkan sudah disosialisasikan kepada masyarakat. Pengenalan ancaman letusan gunung berapi dengan melibatkan relawan-relawan BPBD Kota Sukabumi.

“Kami telah memberikan pembekalan mitigasi terhadap ancaman letusan gunung berapi. Termasuk  membuat jalur-jalur untuk evakuasi seandainya bencana tersebut terjadi,” katanya.

Lebih jauh Zulkarnain menuturkan, BPBD Kota Sukabumi telah menentukan beberapa titik di seluruh kecamatan yang akan dijadikan tempat pengungsian. “Sampai ke tingkat RT dan RW sudah disiapkan beberapa lokasi yang akan dijalankan tempat pengungsian. Beberapa diantaranya yaitu gedung-gedung perkantoran dan sekolah yang disebut dengan Tempat Pusat Kolektif (TPK),” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.