Desa Bantar Kalong Sukabumi dipilih sebagai lokasi Kampung Siaga Bencana Dinsos Prov Jabar

0
528

Sukabumi, beritalangitan.com – Kementerian Sosial Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi mengadakan Pelatihan Simulasi Uji Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanggulangan Bencana. Pelatihan rutin ini bertajuk Kampung Siaga Bencana (KSB) yang berlokasi di Desa Bantar Kalong Kecamatan Warungkiara. Sabtu, (20/10/2018).

Kegiatan Simulasi Uji SOP dilangsungkan di Lapangan Cilandak, Desa Sirna Jaya Kecamatan Warungkiara Sukabumi. Selain melibatkan Organisasi Masyarakat (Karang Taruna, TP. PKK, PKH, serta Para Ketua RT dan RW) di Kecamatan Warungkiara, Juga di hadiri oleh Unsur TNI dan POLRI yakni Koramil maupun Polsek Warung Kiara.

Desa Bantar Kalong menjadi salah satu lokasi dipilih karena daerah tersebut memang merupakan kawasan rawan longsor, pergerakan tanah dan gempa.

Puluhan orang yang terlibat dalam kegiatan gladi lapang (simulasi) ini merupakan masyarakat yang sudah dilatih tentang kebencanaan dengan prigram Kampung Siaga Bencana ini. Kabid Limjamsos Dinas Sosial Kab Sukabuni Usman Susilo.

Kegiatan ini di selnggarakan oleh Dinsos Provinsi dengan melibatkan Dinas Sosial dan Masyarakat. Serta tak berbagai unsur masyarakat dan institusi terkait seperti PMI, BPBD, Pramuka, TNI/Polri serta relawan kebencanaan lainnya.

Dengan simulasi itu tim relawan dan masyarakat dapat lebih memahami bagaimana upaya penanggulangan saat bencana datang. ungkap Usman kepada beritalangitan.com

Simulasi ini bertujuan memberikan kemampuan pada masyarakat akan pengurangan resiko dampak bencana, yang juga diserta berbagai jajaran dinas dan instansi terkait dalam menghadapi bencana.

Secara khusus memberikan pemahaman tentang bagaimana mekanisme koordinasi penanggulangan bencana di lapangan, dengan standar operasional prosedur yang sudah ada.

Kegiatan itu dapat menjadi media belajar sekaligus pelatihan bagi semua pihak terkait dalam penanggulangan bencana. Sehingga saat bencana datang, tim siaga (TAGANA) sudah siap sedia sehingga mampu meminimalisir imbas dari bencana.

Di tempat yang sama Ustadz Ade Wahyu Himawan Ketua MUI Desa Sirnajaya sekaligus pimpinan Ponpes Hikmatul Aula mengatakan kegiatan positif ini tentunya selain membantu masyarakat ketika terjadinya bencana juga memberikan edukasi tanggap bencana secara dini sehingga mereka akan peka bagaimana ketika ada bencana di daerahnya.

Ustadz Ade mengatakan selain ada nya kegiatan ini masyarakat juga harus sadar dan menjadi ibrah akan penomena bencana yang terjadi di berbagai daerah, mungkin itu semua bisa saja dampak peringatan dari Allah akan ketidak sadaran kita sehinga kita segera sadar untuk beristigfar, mawas diri dan muhasabah menyikapi bencana yang telah terjadi saat ini.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar segera mendekat diri kepada Allah, agar kita semua diberikan perlindungan dari bencana yang akan terjadi, karena semua kejadian bencana itu, kita semua tidak pernah tau kapan dan dimana bencana itu akan terjadi.pungkasnya

Reporter : Andriansyah
Redaktur : D. Udas
Email redaksi@beritalangitan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.