Dindin Najmudin Santri Kholafiyah Pondok Pesantren Miftahul Hasanah

0
1975
Santri Pesantren Miftahul Hasanah

Sumedang (beritalangitan.com) -bSantri muda ini mulai masuk ke pesantren Kholafiyah Miftahul Hasanah pada bulan Desember 2010 lalu saat masih duduk dikelas 2 di SMKPPN Tanjungsari dan sekarang sedang duduk di bangku kuliah semester 6 di STIT jurusan PAI.

Anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Aceng Mustofa dan ibu Srimina ini sejak kecil senantiasa di suruh untuk mondok di pesantren oleh orang tuanya terutama oleh bapaknya,, tapi karena keinginan Dindin untuk menjadi pekerja dirinya tidak pernah menuruti orang tua, tapi sejak kepindahan kedua orang tuanya dari daerah Sukamiskin ke dekat lokasi Ponpes, sejak itulah Dindin ikut pengajian di malam hari dan sering menginap di lokasi pengajian, lama – lama mulai tertarik  untuk lebih mengetahui dan mempelajari ilmu agama, tapi yang menjadi persoalan ketika itu dindin tetap ingin melanjutkan pendidikan formalnya tapi disisi lain dia juga tertarik ingin mempelajari ilmu agama.

Pada waktu yang bersamaan pihak ponpes salafi Miftahul Hasanah membuka kelas kholafi bagi yang ingin menuntut ilmu agama sambil sekolah formal, akhirnya keinginan kedua orang tua untuk menjadi santri tercapai juga dengan tidak meninggalkan cita-cita dirinya dan sampai sekarang dijalani kurang lebih sudah 5 tahun.

Suka dan duka banyak di alami oleh Dindin sejak dia menjadi santri di ponpes tersebut dan akhirnya setelah banyak menerima ilmu agama, hasrat untuk bekerja sedikit – sedikit mulai pudar dan mulailah tumbuh keinginan ingin jadi Ulama’ul Amilin.

Untuk mewujudkan cita-cita yang baru ini ternyata ada juga hambatannya, terutama setelah selasai keluar dari sekolah formal SLTA, banyak saudara dan kawan yang mengajak untuk bekerja bahkan ada yang menawarkan gaji lumayan di sebuah perusahaan, tapi ajakan itu justru tidak di jadikan hambatan oleh Dindin malah dijadikan tantangan untuk lebih konsisten lagi dalam menjalani mondok di pesantren.

Cita-cita ingin menjadi Ulama’ul Amilin senantiasa menjadi harapan satu – satunya dalam hidup Dindin sekarang dan untuk mewujudkannya selain mondok, Dindin juga sambil kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang tak jauh dari Pondok nya dengan mengambil kelas karyawan dan disela-sela kesibukanya dia juga di percaya oleh Murobbi nya Ustad Shofwan Wahyudin untuk membantu mengasuh anak didik ponpes yang berjumlah 70 orang putra putri, juga ikut mengajar di Madrasah Aliyah Miftahul Hasanah.

(team beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.