Dosen Polban Rancang Masjid Lebih Kekinian Dengan Sentuhan Digital

0
132

Bandung, beritalangitan.com– Sejumlah dosen dari Politeknik Negeri Bandung menginisiasi program digitalisasi sistem informasi masjid. Dengan sistem ini, pengelolaan masjid menjadi lebih modern, mudah, dan transparan.

Langkah ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Politeknik Negeri Bandung di tahun 2019.

“Jadi pengelolaan dan sistem informasi masjid tidak lagi berupa papan pengumuman yang kadang tak terperhatikan bahkan tak terawat. Dengan sistem ini, kami ingin sajikan informasi masjid dengan papan digital dan tersambung ke internet, bahkan informasi itu bisa masuk ke smartphone masing-masing jamaah,” kata Ketua Tim PKM, Waway Qodratulloh S, Senin, 11 November 2019.

Sistem ini bisa digunakan untuk menyebarkan informasi tentang jadwal kajian dan beragam kegiatan lainnya, mulai dari yang intensitasnya harian, mingguan, sampai tahunan. Juga bisa digunakan untuk mempublikasikan laporan pertanggungjawaban pengurus DKM perihal keuangan masjid, yang biasanya cuma diumumkan menjelang salat Jumat.

“Sekarang kan banyak masjid yang relatif sepi, bisa jadi itu karena informasi kegiatannya tidak sampai ke jamaah. Dengan sistem ini, jamaah bisa lebih mudah dan cepat dapat informasi karena bisa langsung masuk smartphone masing-masing, dan lebih transparan juga dalam pengelolaan masjid itu,” tutur Waway.

Sistem informasi ini menggunakan aplikasi dasar Trello. Pasalnya, kata Waway, aplikasi ini relatif mudah diperoleh dan gratis. Namun di masa mendatang, tim ini juga berencana merancang aplikasi khusus disertai buku panduannya. Aplikasi tersebut nantinya bisa digunakan oleh masjid mana pun.

“Untuk sekarang, karena masih tahun pertama, kami juga baru coba terapkan di Masjid Riyyadushshalihien di Pameungpeuk (Kabupaten Bandung),” tutur dia.

Sistem informasi masjid berbasis digital ini dirancang oleh tujuh dosen dengan bidang keilmuan berbeda. Mulai dosen komputer, dosen akuntansi yang bertanggungjawab merancang sistem informasi keuangan, dosen manajemen aset untuk merancang sistem pengelolaan aset masjid, dan tentunya dosen agama.

“Cita-cita kami ke depannya adalah, pengelolaan masjid tak lagi manual dan konvensional, tapi mampu menyesuaikan dengan zaman, karena ajaran Islam pun selalu sesuai dengan zaman. Dengan sistem ini, harapan ke depan, jamaah pun berbondong-bondong lagi ke masjid untuk kembali menjadikan masjid sebagai pusat peradaban tutur Waway

Dilansir dari Pikiran Rakyat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.