HAS gandeng Bisnet semarakkan Tahsin Al -Qur’an

0
205

Cianjur, beritalangitan.com – Hijrah Akhwat Shalehah(HAS) selenggarakan kajian mingguan yang bertempat di Cibeureum, jln goalpara-sukabumi (7/10/18).

Kajian ini merupakan pertemuan perdana yang diselenggarakan komunitas ini secara formal, dimana selama ini mereka hanya berinteraksi melalui WAG dan silaturahim antarpersonal.

“Awalnya sih Kami cuma ngobrol ringan aja, trus ternyata Kami ngerasa punya persamaan pandangan dan minat untuk sama-sama memperbaiki diri dalam beragama, dan spontan aja Kami bentuk komunitas ini.” Tutur Metha, sebagai penggagas komunitas ini.

 

Pada kajian awal ini, HAS menggandeng Daarul Ummah Institute, BIsNet Foundation, sebagai penyaji materi berupa kajian tahsin Al-Qur’an.

Menurut Metha, kajian tahsin ini dirasa sesuai dengan kebutuhan dan minat anggota HAS. “Sebagian dari anggota ini ada yang berprofesi sebagai guru PAUD dan sebagian ada pula akhwat yang baru hijrah (untuk) belajar Islam dengan benar.

Sehingga (kajian) tahsin ini mereka tertarik, di satu sisi untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan di sisi lain bisa jadi acuan ilmu dalam mengajarkan Al-Qur’an ke anak didiknya.

Hal ini pun direspon positif oleh Daarul Ummah Institute, BIsnet Foundation. Humas Daarul Ummah, Ade sutisna S.pd (kang sutis) menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada HAS yang telah mempercayakan Daarul Ummah dalam mengisi kajian tahsin di komunitas tersebut.

“Ini sejalan dengan salah satu konsen Kami dalam menyemarakan pengkajian-pengkajian Al-Qur’an, baik berupa tahsin, tajwid, atau kajian tafsir.

Apalagi di lembaga Kami ada pula program tebar wakaf Al-Qur’an bagi keluarga Indonesia. Ini merupakan harapan Kami agar Keluarga muslim di Indonesia lebih menggemari dan mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan ini.

Tidak terbayang kalau keluarga muslim tidak akrab dengan Al-Qur’an, apa yang akan Kita gunakan dalam menjawab permasalahan kehidupan?

Sehingga Kami sangat menyambut dengan positif program HAS untuk mengadakan acara Tahsin ini. Tak perlu lah kiranya kita mengawali hijrah dengan kajian materi yang berat level ulama besar, cukup dg memperbaiki bacaan Al-Qur’an saja itu sudah menjadi awal yang sangat baik.”

Selain kajian tahsin yang dibimbing salah satu anggota tim pengembang kurikulum Daarul Ummah, ustazah Tsani Nurmala S.pd, dalam pertemuan tersebut dibahas kajian tentang akhir zaman yang disampaikan Ustadz ade sutisna S.pd(kang sutis).

Hal ini menjadi satu kajian yang menambah menarik pertemuan HAS kali ini, sehubungan dengan maraknya kejadian musibah bencana alam dan tragedi kemanusiaan baru-baru ini. Diharapkan dengan kajian tersebut dapat menambah semangat spiritual anggota HAS dalam meningkatkan keimanan dan keistiqomahan dalam meraih ridho Allah SWT.

Reporter : Rian Sagita
Redaktur : DU

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.