Hukum Perempuan Menguburkan Jenazah

0
195

Penulis Moh Juriyanto -13 Juli 20200610

Beritalangitan.com – Mungkin Sudah mafhum bahwa yang menguburkan jenazah adalah dari kalangan laki-laki. Jarang dijumpai perempuan menguburkan jenazah, baik jenazah laki-laki maupun jenazah perempuan. Sebenarnya, bagaimana hukum perempuan menguburkan jenazah, apakah boleh?

Dalam Islam, pada dasarnya penguburan jenazah diserahkan pada laki-laki. Jika laki-laki masih ada, maka mereka lebih berhak untuk menguburkan jenazah, baik jenazah laki-laki maupun perempuan.

Meski demikian, bukan berarti perempuan tidak boleh menguburkan jenazah sama sekali. Perempuan boleh menguburkan jenazah, hanya saja dibatasi dalam keadaan dan kondisi tertentu saja.

Menurut ulama Malikiyah, jika jenazah laki-laki, maka yang lebih berhak menguburkannya adalah dari kalangan laki-laki, baik masih memiliki ikatan kelurga dan kerabat atau tidak ada. Perempuan tidak boleh menguburkan jenazah jika jenazah tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Sementara jika jenazah perempuan, maka yang lebih berhak menguburkannya adalah suaminya dan laki-laki yang mahram dengan jenazah. Menurut ulama Malikiyah, jika suami dan laki-laki yang mahram dengan jenazah tidak ada, maka lebih baik dikuburkan oleh perempuan dibanding dikuburkan oleh laki-laki yang tidak ada hubungan mahram dan tidak shaleh.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah berikut;

ونص المالكية ان الميت ان كان رجلا فيضعه في قبره الرجال وان كانت امراة فيتولى ذلك زوجها من اسفلها ومحارمها من اعلاها فأن لم يكن فصالحوا المؤمنين فان وجد من النساء من يتولى ذلك فهو اولى من الاجانب

Ulama Malikiyah menegaskan bahwa mayit jika laki-laki, maka yang meletakkan ke kuburannya adalah laki-laki. Jika mayit perempuan, maka yang mengurusnya adalah suaminya dari sisi bawah dan laki-laki yang mahram dari sisi atas. Jika tidak ada, maka diserahkan pada orang-orang mukmin yang shaleh. Jika ditemukan dari kalangan perempuan yang bisa mengurusnya, maka dia lebih utama dibanding laki-laki yang tidak ada hubungan mahram.

Sementara menurut ulama Syafiiyah dan Hanabilah, perempuan boleh menguburkan jenazah jika tidak ada laki-laki yang bisa menguburkannya, baik jenazah tersebut laki-laki maupun perempuan. Namun jika masih ditemukan dari kalangan laki-laki yang bisa menguburkan, maka mereka lebih berhak untuk menguburkannya.

Tulisan ini sudah di publikasikan Bincang Syariah. Com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.