Ilmuan Islam (2)

0
972

OLEH : Didi Hendi

Beritalangitan.com – Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang Ilmuwan Islam (1) telah diperkenalkan dua tokoh Ilmuwan Islam yaitu dokter Al-Zahrawi penemu Operasi Bedah dan Seorang Arab bernama Khalid penemu kopi.

Selanjutnya di seri yang ke dua ini akan diperkenalkan tiga tokoh Ilmuwan Muslim lainnya yaitu Abbas ibn Firnas (penemu mesin terbang), Fatima al-Firhi (penemu universitas) dan al-Khawarizmi (penemu aljabar). Tidak dipungkiri lagi berkat penemuan mereka, kita yang hidup di era modern ini bisa merasakan manfaatnya. Sungguh suatu motivasi buat generasi Islam hari ini saatnya berkarya nyata untuk memberikan kontribusi yang bermanfaat buat kemajuan Islam seperti yang telah dicontohkan oleh penemu – penemu muslim terdahulu yang karyanya bisa dikenang sampai sekarang.

Inilah tiga tokoh Ilmuwan Islam itu yang akan dijelaskan secara singkat dibawah ini.

3. Mesin Terbang

Abbas ibn Firnas adalah orang pertama yang mencoba membuat konstruksi sebuah pesawat terbang dan menerbangkannya Ribuan tahun jauh sebelum Wright bersaudara terbang dan sekalipun Leonardo Da Vinci yang mendesain mesin terbangnya. Di abad ke-9 dia mendesain sebuah perangkat sayap dan secara khusus membentuk layaknya kostum burung. Dalam percobaannya yang terkenal di Masjid Agung Cordoba Spanyol, Firnas terbang tinggi untuk beberapa saat sebelum kemudian jatuh ke tanah dan mematahkan tulang belakangnya.

Pada 875, usia 70 tahun, setelah Abbas ibn Firnas menyempurnakan sebuah mesin dari sutera dan bulu elang, dia mencoba lagi, melompat dari sebuah gunung. Dia terbang ke ketinggian yang signifikan dan tetap tinggi selama sepuluh menit, tetapi jatuh saat mendarat dengan benar, bahwa ternyata ia tidak diberi perangkat ekor sehingga akan memperlambat saat mendarat. Bandara internasional Baghdad dan sebuah kawah di Bulan diberi nama Abbas ibn Firn. Desain yang dibuatnya secara tidak terduga menjadi inspirasi bagi seniman Italia Leonardo da Vinci setelah ratusan tahun kemudian.

4. Universitas

Apakah Anda tau bahwa bahasa arab dari universitas adalah jami’ah?

Pasti Anda tahu bahwa tempat sholat itu diberi nama masjid jami’.

Ini membuktikan bahwa lebih dari satu milenium lalu, ilmu pengetahuan dan agama Islam telah duduk berdampingan. Islam-lah yang pertama kali menyuruh manusia untuk belajar persis sepeti wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah: “IQRO” yang artinya “bacalah” itulah Firman Allah yang pertama, 1 kata tapi sejuta makna terselubung di dalamnya.

Islam membangun pengetahuan dari Babilonia, Mesir, Yunani, Cina dan Peradaban India, Muslim mengembangkan budaya belajar di mana pikiran bertanya mencari kebenaran didasarkan pada ketelitian ilmiah dan eksperimen. Sebagaimana kitab suci Al-Qur’an banyak yang membuktikan tentang Ilmu Science dan Teknologi di hampir setiap bidang pengetahuan, Muslim membuat penemuan baru dan penemuan dengan hasil praktis yang membantu mengembangkan masyarakat di seluruh dunia.

Dalam tahun 859 putri muda bernama Fatima al-Firhi mendirikan universitas-pemberian gelar pertama di Fez, Maroko. Miryam, kakaknya, mendirikan sebuah masjid yang berdekatan dan bersama-sama menjadi kompleks Masjid al-Qarawiyyin dan Universitas yang masih beroperasi hampir 1.200 tahun kemudian.

Hal ini mengingatkan orang bahwa belajar adalah kewajiban bagi laki-laki dan perempuian yang merupakan inti dari tradisi Islam dan bahwa cerita tentang saudari al-Firhi akan menjadi inspirasi bagi para perempuan muda Muslim di seluruh dunia saat ini.

5. Aljabar

Sistem penomoran yang ada di dunia modern tentu saja tidak terlepas dari peran penting seorang ulama muslim bernama al-Khawarizmi yang terekam dalam buku berjudul “Al-Jabr wa-al Muqabilah” yang berarti “Penalaran dan Perimbangan” sekitar tahun 825. Dari buku itulah ilmu dalam matematika yang dinamai Aljabar dipakai hingga sekarang. Buku karya ulama matematika yang menciptakan angka nol dari India ini diimpor ke Eropa 300 tahun kemudian oleh matematikawan Italia, Fibonacci. Membangun akar sistem Yunani dan Hindu, aljabar adalah sistem pemersatu untuk nomor rasional, nomor tidak rasional dan gelombang magnitudo. Al-Khwarizmi juga yang pertama kali memperkenalkan konsep angka menjadi bilangan dari 0-9 yang bisa menjadi kekuatan, subhanallah.

Teori Algoritma dan teori Trigonometri dan cara rumusan-rumusan praktis banyak berasal dari dunia Muslim. Dan penemuan Al-Kindi mengenai analisis frekuensi yang diberikan semua kode dunia kuno larut dan menciptakan dasar kriptologi modern.

Demikian telah diperkenalkan tiga tokoh Ilmuwan Muslim di seri ke 2 ini. Masih banyak tokoh Ilmuwan Muslim lainnya yang akan diperkenalkan di seri-seri berikutnya. Semoga bisa menjadi motivasi dan inspirasi buat kita semua. Wassalam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.