Ilmuan Islam (3)

0
918

OLEH : Didi Hendi

Beritalangitan.com – Pembaca beritalangitan.com Alhamdulilah sampai kepada tulisan Ilmuwan Islam seri ke tiga ini kita masih diberikan amanah kehidupan oleh Allah swt, dimana dalam menjalani kehidupan ada rambu-rambu yang mesti kita patuhi, tidak sekedar patuh terhadap rambu – rambu itu tetapi kita juga dituntut cerdas dan mampu berimpropisasi untuk menciptakan suatu karya nyata yang bisa bermanfaat buat kehidupan ini, sehingga tercipta kehidupan yang selaras.

Terlebih karya itu bisa bermanfaat buat perjuangan Islam hari ini yang notabene karya – karyanya telah banyak terdistorsi secara kepemiikan oleh orang – orang barat. Sekaranglah saatnya bangkit generasi Islam, dengan mengetahui kembali profile Ilmuwan islam masa lalu diharapkan bisa menjadi pemicu semangat untuk berkarya nyata.

Di tulisan sebelumnya telah diangkat sekilas profile Ilmuwan Islam penemu operasi bedah, kopi, mesin terbang, universitas dan Aljabar. Sekarang ada 4 Ilmuwan Islam lainnya yang akan menginspirasi kita dengan mengetahui sekilas profilenya.

6. Optik

ujar Hassani. Diantara tahun 1.000 Ibn al-Haitham membuktikan bahwa manusia melihat obyek dari refleksi cahaya dan masuk ke mata, refleksi cahaya dan masuk ke mata, mengacuhkan teori Euclid dan Ptolemy bahwa cahaya dihasilkan dari dalam mata sendiri. Fisikawan hebat muslim lainnya juga menemukan fenomena pengukuran kamera di mana dijelaskan bagaimana mata gambar dapat terlihat dengan koneksi antara optik dan otak.

7. Teori Relativitas Al-Kindi

Teori relativitas ternyata telah lama dicetuskan oleh ilmuwan Muslim di abad ke 8 Masehi. Dialah Abu Yusuf bin Ashaq al-Kindi. Ia adalah seorang ilmuwan dan filsuf Muslim keturunan Yaman dan lahir di Kufah tahun 185 H/796 M. Ilmuwan yang di kenal sebagai Alkindus di Barat ini menyatakan bahwa manusia adalah makhluk relatif dan terbatas. Walaupun semua makhluk individu tidak terbatas banyaknya, namun waktu, gerak, badan dan ruang adalah terbatas. Intinya, Al-Kindi hendak menyatakan bahwa “Waktu itu ada (eksis) karena ada gerak. Gerak itu ada karena badan/tubuh yang bergerak…. Jika tidak gerak, ada tubuh yang diperlukan untuk bergerak; jika ada badan, ada gerakan yang dilakukan”. Dengan kata lain, ruang, waktu, gerakan dan benda itu bersifat relatif satu sama lain dan tidak dapat berlaku sendiri (independent) atau absolut. Seluruhnya bersifat relatif terhadap objek-objek lain dan terhadap si pengamat.

Teori yang di gagas Einstein juga hampir sama. Ia menyatakan bahwa “Eksistensi-eksistensi dalam dunia ini terbatas, walaupun eksistensi itu sendiri tidak terbatas”. Tentu saja karena kedua ilmuwan ini hidup dan berkarya di zaman yang berbeda, maka temuan dari Einstein akan lebih mendetail dan dijelaskan dengan dukungan penelitian dan pengujian ilmiah. Bahkan telah terbukti dengan adanya ledakan bom atom di Nagasaki dan Hiroshima. Namun yang jelas, ternyata teori relativitas yang di gagas oleh Albert Einstein pada abad ke 20 telah lebih dulu di temukan oleh ilmuwan Muslim yaitu Abu Yusuf bin Ashaq al-Kindi sekitar seribu seratus tahun sebelumnya.

Sesungguhnya, konsep tentang relativitas ruang dan waktu ini sudah tidak asing lagi bagi kalangan ilmuwan Islam terdahulu. Karena di dalam Al-Qur`an telah disebutkan berbagai ayat yang mengisyaratkan relatifnya ruang dan waktu, seperti:

“Sesungguhnya sehari disisi Allah adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu”(QS. Al-Hajj [22] : 47).

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (Urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. As-Sajdah [32] : 5)

Jadi, sekarang apakah kita tidak bangga dan termotivasi untuk mengembalikan kejayaan Islam itu?

8. Sikat Gigi

Menurut Hassani, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mempopulerkan penggunaan sikat gigi pertama kali DI DUNIA pada tahun 600. Menggunakan ranting pohon Miswak alias Siwak untuk membersihkan gigi dan menyegarkan napas. Substansi kandungan di dalam Miswak juga digunakan dalam pasta gigi modern. Bahkan isi kandungan pada Siwak ini lebih banyak dan lebih bagus daripada pasta gigi modern yang dibuat sekarang!

Dari manakah Rasulullah tau?

Dan kenapa beliau memilih ranting siwak untuk membersihkan dan menyehatkan giginya?

Rasulullah bukan seorang ilmuwan yang meneliti terlebih dahulu ranting tersebut.

Dan siapa lagi selain ALLAH Robb satu-satunya, Tuhan Yang ESA, yang menaruh Firman-NYA ke dalam Mulutnya.

9. Poros engkol dan kunci kombinasi

Banyak dasar sistem otomatis modern pertama kali berasal dari dunia muslim, termasuk pemutar yang menghubungkan sistem. Dengan mengkonversi gerakan memutar dengan gerakan lurus, pemutar memungkinankan obyek berat terangkat relatif lebih mudah.Teknologi tersebut ditemukan oleh Al-jazari pada abad ke-12, kemudian teori ini digunakan dalam penggunaan sepeda hingga kini.

Poros engkol adalah perangkat yang diterjemahkan ke dalam gerakan berputar linier dan merupakan pusat dari banyak mesin di dunia modern, paling tidak mesin pembakaran internal. Salah satu penemuan mekanis terpenting dalam sejarah manusia, ia diciptakan oleh seorang insinyur Muslim cerdik yang dikenal dengan nama al-Jazari untuk mengangkat air untuk irigasi.

Kitab pengetahuannya tentang Perangkat Mekanikal Cerdik (1206) menunjukkan ia juga menemukan atau menyempurnakan penggunaan katup dan piston, menyusun beberapa jam mekanis pertama didorong oleh air dan beban, dan merupakan ayah dari robotika. Salah satu dari 50 penemuannya adalah kunci kombinasi.

Demikian sekilas mengenal 4 Ilmuwan Muslim terdahulu, sadar akan keterbatasan informasi yang diberikan, penulis berharap para pembaca beritalangitan.com mencari sumber informasi lain untuk lebih mendalami tokoh – tokoh tersebut. Mudah-mudahan walaupun singkat tapi bisa memberikan gairah keilmuwan dan kreatifitas kita untuk lebih bersemangat dalam berkarya.

Semoga bermanfaat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.