Ini makna penggalan ayat Surat An-Nisa di Dinding Harvard yang sempat Viral

0
519

Beritalangitan.com – Penggalan ayat 135 surat An Nisa ayat itu sebenarnya sudah ada di pintu masuk Fakultas Hukum Universitas Harvard, Amerika Serikat sejak 2013 lalu. Sejumlah media ramai membahasnya ketika itu.

Namun beberapa waktu lalu, situs stepfeed kembali menurunkan artikel tentang kutipan surat An Nisa ayat 135 di pintu masuk Fakultas Hukum Harvard. Stepfeed menulis, berita ini kembali diturunkan untuk mengimbangi munculnya isu Islamophobia di Amerika Serikat dan dunia pada umumnya.

Dikutip dari library.law.harvard.edu, kutipan Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 135 di dinding jalan masuk utama Fakultas Hukum, Harvard menjadi bagian dari Words of Justice yang bermaksud menyuarakan keinginan hukum yang adil dari warga dunia.

Berikut kutipan ayat tersebut,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya….”

Keadilan yang disuarakan dalam An-Nisa, membuktikan Islam adalah agama pertama yang memberikan hak waris pada perempuan. Perempuan mendapat separuh dari hak waris laki-laki yang bisa berubah dengan kesepakatan dari keluarga. Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai kondisi yang memungkinkan perubahan pembagian hak waris.

Kutipan Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 135 di dinding jalan masuk utama Fakultas Hukum, Harvard tersebut bersanding dengan kalimat lain yang menyuarakan keadilan. Salah satunya dari Saint Augustine atau Augustine of Hippo. Menurutnya hukum dan keadilan adalah kesatuan yang tidak mungkin dipisah.

“Hukum yang tidak adil sama saja dengan tidak ada hukum,” tulis tokoh keagamaan yang hidup pada 13 November 354 hingga 28 Agustus 430.

Martha Minow yang pernah menjadi dekan di fakultas hukum Harvard mengatakan kalimat ini memberikan testimoni kekuatan kemanusiaan dalam mencari keadilan dan harga diri lewat hukum.

Words of Justice adalah harapan seluruh manusia pada keadilan yang berlaku tanpa kecuali. Kalimat tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi siapa saja yang masih berjuang mencari keadilan.

(ad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.