Pengamat Hukum: Insiden Novel tak Kalah Dahsyat Dengan Teror yang Ditangani Densus 88

0
413
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba untuk menjalani perawatan di RS Jakarta Eye Center, Jakarta, Selasa (11/4).

JAKARTA, 12/4 (beritalangitan.com) — Abdul Fickar Hajar selaku Pengamat hukum pidana dari Universitas Trisakti, mengingatkan pemerintah dan kepolisian untuk serius menangani kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Karena peristiwa tersebut merupakan kategori teror yang nampak dan jelas sudah memakan korban, tidak kalah serius dengan yang selama ini ditangani Densus 88.

“Kepada pemerintah, utamanya kepolisian, khususnya Densus 88, kiranya kejadian ini tidak kalah dasyatnya dari serangan teror yang selama ini ditangani,” kata Fickar, Rabu (12/4).

Menurut Fickar, teror tersebut pasti dilakukan oleh para koruptor dan anteknya. Mereka adalah musuh dalam selimut yang akan membangkrutkan negara.

“Teror ini pasti dilakukan oleh para koruptor dan antek-anteknya berada di segala organisasi. Mereka merupakan musuh dalam selimut yang akan merusak dan membangkrutkan keuangan negara dari dalam. Pada waktunya akan membangkrutkan negara,” tambah Fickar.

Diketahui pada Selasa (11/4) pukul 05.10 WIB, Novel Baswedan usai pulang dari masjid disekitar rumahnya, disiram air keras di wajahnya saat menoleh kebelakang. Pelaku penyiraman berjumlah dua orang laki-laki tak dikenal menggunakan sepeda motor. Usai menyiram korban, pelaku melarikan diri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.